Bencana Banjir Makin Meluas, Pemkab Kampar Tetapkan Status Tanggap Darurat

325
banjir
Banjir di pemukiman warga. Iilustrasi)

KAMPAR, SERUJI.CO.ID –¬†Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar, Riau, Selasa (11/12), menetapkan status tanggap darurat banjir menyusul kondisi bencana banjir yang semakin meluas dan pemerintah setempat kewalahan untuk mengantisipasinya.

“Kita sudah meningkatan status Tanggap Darurat, menyusul status Siaga Darurat. SK sudah diteken Bupati pada 11 Desember 2018,” kata Kepala Pusat Pengendalian Operasi Badan Penanggulangan Bencana Daearah (BPBD) Kampar, Adi Candra di Pekanbaru, Selasa (11/12), dilansir dari Antara.

Ia mengatakan, daerah yang rawan dan mulai mengalami banjir ada 10 kecamatan dari total 21 kecamatan yang ada.

Loading...

Selain itu, banjir di daerah itu juga sudah menelan satu orang korban jiwa, yakni seorang balita bernama Sazia Sapana yang berusia empat tahun.

“Satu orang meninggal, anak kecil perempuan usia empat tahun karena kelalaian orangtuanya,” kata Candra.

Baca juga: Seorang Balita Tewas Terseret Banjir di Kampar Riau

Berdasarkan data BPBD Kampar, banjir sudah menggenangi Desa Sei Jalau, Kecamatan Kampar Utara.

Terdapat sekitar 15 unit rumah terendam, dan fasilitas umum juga terkena dampak yakni SDN 004 sehingga aktivitas sekolah terpaksa diliburkan.

Kemudian banjir masih menggenangi Desa Sei Paku, Kecamatan Kampar Kiri, ada 85 unit rumah masih terendam, termasuk fasilitas umum, tempat ibadah dan SDN 022 yang terpaksa diliburkan.

Ia mengatakan, selain banjir akibat luapan Sungai Kampar, ada juga banjir akibat luapan Sungai Subayang tepatnya di Desa Teluk Paman, Kecamatan Kampar Kiri, menggenangi sebanyak sekitar 63 rumah warga dengan ketinggian air mencapai 50 CM hingga 100 meter.

Kemudian banjir di Desa Gunung Sahilan Kecamatan Gunung Sahilan merendam Dusun Koto Betung Rt 01 dan Rt 02 Rw 01, dan ada 75 rumah terdampak banjir. Akses jalan menuju desa tidak bisa dilalui menggunakan kendaraan roda dua roda empat.

Selain itu, banjir juga terjadi di Desa Batu Belah dengan warga yang terdampak sebanyak 20 kepala keluarga (KK) atau setara 95 jiwa, Desa Tanjung Balam Kecamatan Siak Hulu ada 150 KK yang terdampak banjir dengan ketinggian air berkisar  60-90 centimeter, dan Desa Kuau Kecamatan Tambang ada sekitar 50 rumah yang tergenang dengan ketinggian berkisar 30 CM sampai dua meter.

Selain itu, di Desa Kuau ada SDN 008 yang terdampak banjir sehingga 360 siswanya terpaksa ujian di kelas darurat di masjid, mushala dan kantor desa.

Banjir juga telah memutus infrastruktur jalan seperti di Desa Tanjung Rambutan Kecamatan Kampar karena akses menuju jalan desa tergenang banjir.

Di Desa Pulau Payung Kecamatan Kampar Utara karena ketinggian banjir berkisar 10-20 CM, Desa Tanjung Balam Kecamatan Siak Hulu akses jalan ke desa menjadi terputus total. (Ant/SR01)

Langganan berita lewat Telegram
loading...
Loading...
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN
[vc_row tdc_css="eyJwaG9uZSI6eyJkaXNwbGF5Ijoibm9uZSJ9LCJwaG9uZV9tYXhfd2lkdGgiOjc2NywiYWxsIjp7ImRpc3BsYXkiOiIifX0="][vc_column width="2/3"]

TERBARU

[/vc_column][vc_column width="1/3"][/vc_column][/vc_row]