BPOM: Jangan Mudah Tergiur Iklan Kosmetik Menyesatkan

543
kosmetik ilegal
Ilustrasi - Kosmetik ilegal.

BATAM, SERUJI.CO.ID – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Batam mengungkapkan bahwa selama dua pekan, akhir November sampai awal Desember 2018, pihaknya telah menertibkan kosmetik ilegal senilai Rp1 miliar di wilayah Provinsi Kepulauan Riau. Sepanjang 2018, BPOM sudah menangani 10 kasus perkara obat, kosmetik, dan makanan.

“Penjualan online memang memudahkan akses masyarakat mendapat produk kosmetik. Namun, ada ancaman peredaran kosmetik ilegal. Maka harus disikapi dengan bijak. Jangan mudah tergiur iklan yang menyesatkan,” kata Kepala BPOM Batam, Yosef Dwi Irwan, dalam sambutannya di acara “Kampanye Cerdas Menggunakan Kosmetik pada Generasi Milenial”. di Hotel Aston Batam, Kamis (13/12).

Dijelaskan oleh Yosef, BPOM tak hanya menyisir yang kecil, tetapi juga suplai agennya. Tujuannya agar dari hilir bisa dipantau untuk mengetahui sampai ke pemasok.

Loading...

“Kita sudah ungkapkan beberapa kasus supplier. Kita bawa ke prosedur lebih lanjut, kita proses. Di Batam itu terbesar pengungkapan kosmetik ilegal Rp 1,4 miliar. Ia suplai ke seluruh Indonesia, jualan secara online. Proses penyidikan sedang berjalan, dengan ancaman pidana 15 tahun dan denda Rp 1,5 miliar,” ungkapnya.

Adapun jenis kosmetik yang paling sering dicari, lanjutnya, adalah jenis krim pemutih, krim pagi, krim malam, bedak, lipstik, perona muka, dan pensil alis.

“Jenis kandungan yang harus diwaspadai antara lain merkuri dan hidrokinon,” terangnya.

Menurutnya, kandungan berbahaya ini dapat mengakibatkan kanker kulit, cacat janin bagi ibu hamil, kerusakan atau gangguan hati dan ginjal, bahkan kematian.

Pada kampanye yang dihadiri sekitar 300 orang ini, narasumber talkshow yang dihadirkan yaitu perwakilan Direktorat Pengawasan Kosmetik BPOM, BPOM Batam, dokter spesialis, Dinas Kominfo Batam, dan Puteri Indonesia Kepri.

“Tujuan kegiatan adalah meningkatkan kesadaran tentang kosmetik ilegal. Serta mengajarkan tentang cara menyaring dan menelaah iklan sehingga masyarakat menjadi konsumen yang cerdas dan mampu menghindari diri dari kosmetik berbahaya,” ujar Yosef. (SR01)

Langganan berita lewat Telegram
loading...
Loading...
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN
[vc_row tdc_css="eyJwaG9uZSI6eyJkaXNwbGF5Ijoibm9uZSJ9LCJwaG9uZV9tYXhfd2lkdGgiOjc2NywiYWxsIjp7ImRpc3BsYXkiOiIifX0="][vc_column width="2/3"]

TERBARU

[/vc_column][vc_column width="1/3"][/vc_column][/vc_row]