close

Luhut: Pendaratan Paksa Ethiopian Air Bukti TNI Kuat

BATAM, SERUJI.CO.ID – Menteri Koordinator bidang Maritim Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, pendaratan paksa yang dilakukan TNI AU terhadap pesawat Ethopia Air merupakan bukti bahwa TNI kuat.

“Ini menunjukan TNI tidak seperti yang dicitrakan, tidak punya kemampuan, TNI tidak kuat,” kata Luhut di Batam, Kepulauan Riau, Selasa (15/1).

Menurutnya, TNI mampu mengontrol seluruh daerah tanpa keributan.

“Pemerintah terus meningkatkan anggaran untuk TNI dan Polri demi meningkatkan profesionalitas kedua lembaga, tapi dilakukan bertahap,” ujarnya.

Baca juga: TNI AU Jelaskan Alasan Pendaratan Paksa Pesawat Ethiopian Air di Batam

Menurutnya, kondisi Indonesia relatif aman hingga 10 sampai 15 tahun ke depan, sehingga tidak dibutuhkan perubahan yang sifatnya luar biasa.

Di tempat yang sama, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengaku telah memerintahkan jajarannya untuk memaksa pesawat asing itu mendarat.

Ia bercerita, menerima laporan dari jajarannya, ada pesawat yang diidentifikasi tidak dilengkapi dokumen resmi untuk terbang di wilayah Indonesia.

“Disampaikan ada pesawat tanpa dokumen yang masuk wilayah NKRI. Saya perintahkan ‘force down’,” ujarnya.

Kemudian, pesawat yang lokasinya terdekat diperintahkan melakukan pencegatan (intercept), dan memaksa pesawat tersebut mendarat di Batam.

Ia menegaskan, pihaknya akan menegakkan aturan yang berlaku kepada pesawat dari dari Adis Ababa, Ethiopia tujuan Hongkong tersebut.

Pihaknya hingga kini masih menyelidiki motif pesawat itu memasuki wilayah Indonesia tanpa izin. (Ant/SR01)


  • 4
    Shares

KOLOM

Mengurai Sengkarut Pikir Negeri

Oleh: Prof. Daniel Mohammad Rosyid, Guru Besar ITS Surabaya SERUJI.CO.ID - Awalnya adalah reformasi yang dibayangi kekhawatiran 30 tahun kediktatoran Soeharto yang akan terulang, maka konstitusi...

Mengurai Sengkarut Pikir Negeri

Oleh: Prof. Daniel Mohammad Rosyid, Guru Besar ITS Surabaya SERUJI.CO.ID - Awalnya adalah reformasi yang dibayangi kekhawatiran 30 tahun kediktatoran Soeharto yang akan terulang, maka konstitusi...
Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

Meski Hujan Guyur Pekanbaru, Jamaah Subuh Padati Tabligh Akbar Ustadz Somad

Hujan deras yang mengguyur Kota Pekanbaru sejak dini hari, tidak menyurutkan semangat warga untuk hadir pada Sholat Subuh berjamaah dan Tabligh Akbar Ustadz Abdul Somad (UAS) di Masjid Paripurna Raudhatus Shalihin, Jalan Bukit Barisan, Tenaya Raya, Pekanbaru. Dalam Tabligh Akbar-nya kali ini, UAS mengangkat tema "Solusi Islam Dalam Menuntaskan Kemiskinan".

Akhirnya Rekapitulasi 34 Provinsi Selesai: Jokowi Menang 55,41 Persen, Inilah Rinciannya

Dengan selesainya rekapitulasi Provinsi Papua maka Jokowi-KH Ma’ruf berhasil meraih dukungan rakyat sebanyak 85.036.828 suara, atau 55,41 persen dari total suara sah yang berjumlah 153.479.321 suara. Sementara, Prabowo-Sandiaga meraih dukungan sebanyak 68.442.493 suara (44,59%).

Penumpang Pesawat di BIM Turun Hingga 3.000 Orang Per Hari

PADANG PARIAMAN, SERUJI.CO.ID - PT Angkasa Pura II menyatakan...

Hadapi Pemilu 2019, PKS Sumut Gelar Kemah Bakti Nusantara

MEDAN, SERUJI.CO.ID - Dewan Pimpinan Wilayah Partai Keadilan Sejahtera...

Yusril: Dukungan PBB Cenderung ke Jokowi-KH Ma’ruf

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai...

Nekat Jadi Kurir Sabu, Mahasiswa Ini Bersama Rekannya Diciduk Polisi

DUMAI, SERUJI.CO.ID - Seorang mahasiswa berinisial A (25) dan...

Bawaslu Tanjungpinang Gelar Lomba Menulis Pantun Bertema Pemilu 2019

TANJUNGPINANG, SERUJI.CO.ID - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Tanjungpinang,...

Akhirnya Rekapitulasi 34 Provinsi Selesai: Jokowi Menang 55,41 Persen, Inilah Rinciannya

Dengan selesainya rekapitulasi Provinsi Papua maka Jokowi-KH Ma’ruf berhasil meraih dukungan rakyat sebanyak 85.036.828 suara, atau 55,41 persen dari total suara sah yang berjumlah 153.479.321 suara. Sementara, Prabowo-Sandiaga meraih dukungan sebanyak 68.442.493 suara (44,59%).

TERPOPULER

Lakukan Pencucian Uang dan Penyelundupan Satwa, Oknum Polisi Riau Dituntut Tiga Tahun Penjara

Oknum polisi yang menjadi terdakwa perkara tindak pidana pencucian uang dan penyelundupan satwa langka, M. Ali Honopiah, dituntut hukuman tiga tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Pekanbaru, Provinsi Riau.