close

Pesawat Ethiopia Dipaksa Mendarat di Batam

BATAM, SERUJI.CO.ID – Pesawat asing yang memasuki wilayah udara Indonesia secara tidak sah dipaksa turun oleh tiga pesawat tempur jenis F16 milik TNI Angkatan Udara di Bandara Internasional Hang Nadim Kota Batam.

“Pesawat asing jenis Boeing B777F/ET-AVN diketahui terbang dari Addis Ababa, Ethiopia dengan tujuan Hong Kong. Pesawat itu terpantau radar memasuki wilayah udara Indonesia dari Pekanbaru,” kata Direktur Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) Internasional Hang Nadim Suwarso, sebagaimana dilansir Antara.

Suwarso mengatakan, pesawat jenis kargo tersebut dicegat (intercept) oleh pesawat TNI AU yang berpangkalan di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru. Namun, katanya, hingga saat ini pihaknya belum mengetahui apa isi dari pesawat tersebut.

Pesawat cargo itu diketahui tertangkap radar memasuki wilayah udara Indonesia sekitar pukul 09.00 WIB.

Sebelumnya, pada 2015 lalu, TNI AU juga memaksa turun pesawat asing CN 295 yang masuk wilayah teritorial udara Kepulauan Riau tanpa izin.

Pesawat tersebut dikejar dan dipaksa turun oleh pesawat Hawk 100/200 dari Skuadron 12 dan 31 TNI AU yang kebetulan sedang berada di Hang Nadim.

Melihat potensi penerbangan ilegal atau blackflight yang cukup sering di kawasan perbatasan wilayah udara Indonesia, pada 2018 lalu Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna menyampaikan keinginannya membangun shelter pesawat temput di Batam.

Yuyu mengatakan pembangunan shelter pesawat tempur dikarenakan Kota Batam menjadi kawasan penetapan ekonomi dan perlu dilakukan peningkatan keamanan.

“Shelter pesawat TNI AU di Kota Batam bukan merupakan pangkalan militer,” kata Yuyu. (Ant/SR01)


  • 6
    Shares

KOLOM

Mengurai Sengkarut Pikir Negeri

Oleh: Prof. Daniel Mohammad Rosyid, Guru Besar ITS Surabaya SERUJI.CO.ID - Awalnya adalah reformasi yang dibayangi kekhawatiran 30 tahun kediktatoran Soeharto yang akan terulang, maka konstitusi...

Mengurai Sengkarut Pikir Negeri

Oleh: Prof. Daniel Mohammad Rosyid, Guru Besar ITS Surabaya SERUJI.CO.ID - Awalnya adalah reformasi yang dibayangi kekhawatiran 30 tahun kediktatoran Soeharto yang akan terulang, maka konstitusi...
Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

Meski Hujan Guyur Pekanbaru, Jamaah Subuh Padati Tabligh Akbar Ustadz Somad

Hujan deras yang mengguyur Kota Pekanbaru sejak dini hari, tidak menyurutkan semangat warga untuk hadir pada Sholat Subuh berjamaah dan Tabligh Akbar Ustadz Abdul Somad (UAS) di Masjid Paripurna Raudhatus Shalihin, Jalan Bukit Barisan, Tenaya Raya, Pekanbaru. Dalam Tabligh Akbar-nya kali ini, UAS mengangkat tema "Solusi Islam Dalam Menuntaskan Kemiskinan".

Akhirnya Rekapitulasi 34 Provinsi Selesai: Jokowi Menang 55,41 Persen, Inilah Rinciannya

Dengan selesainya rekapitulasi Provinsi Papua maka Jokowi-KH Ma’ruf berhasil meraih dukungan rakyat sebanyak 85.036.828 suara, atau 55,41 persen dari total suara sah yang berjumlah 153.479.321 suara. Sementara, Prabowo-Sandiaga meraih dukungan sebanyak 68.442.493 suara (44,59%).

Penumpang Pesawat di BIM Turun Hingga 3.000 Orang Per Hari

PADANG PARIAMAN, SERUJI.CO.ID - PT Angkasa Pura II menyatakan...

Hadapi Pemilu 2019, PKS Sumut Gelar Kemah Bakti Nusantara

MEDAN, SERUJI.CO.ID - Dewan Pimpinan Wilayah Partai Keadilan Sejahtera...

Yusril: Dukungan PBB Cenderung ke Jokowi-KH Ma’ruf

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai...

Nekat Jadi Kurir Sabu, Mahasiswa Ini Bersama Rekannya Diciduk Polisi

DUMAI, SERUJI.CO.ID - Seorang mahasiswa berinisial A (25) dan...

Bawaslu Tanjungpinang Gelar Lomba Menulis Pantun Bertema Pemilu 2019

TANJUNGPINANG, SERUJI.CO.ID - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Tanjungpinang,...

Akhirnya Rekapitulasi 34 Provinsi Selesai: Jokowi Menang 55,41 Persen, Inilah Rinciannya

Dengan selesainya rekapitulasi Provinsi Papua maka Jokowi-KH Ma’ruf berhasil meraih dukungan rakyat sebanyak 85.036.828 suara, atau 55,41 persen dari total suara sah yang berjumlah 153.479.321 suara. Sementara, Prabowo-Sandiaga meraih dukungan sebanyak 68.442.493 suara (44,59%).

TERPOPULER

Lakukan Pencucian Uang dan Penyelundupan Satwa, Oknum Polisi Riau Dituntut Tiga Tahun Penjara

Oknum polisi yang menjadi terdakwa perkara tindak pidana pencucian uang dan penyelundupan satwa langka, M. Ali Honopiah, dituntut hukuman tiga tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Pekanbaru, Provinsi Riau.