Kebun Bintang Kasang Kulim Gelar Pertunjukan Tradisional

266
Pertunjukan musik tradisional (ilustrasi)

PEKANBARU, SERUJI.CO.ID –┬áKebun Binatang Kasang Kulim menggelar pertunjukan seni budaya tradisional asal Kabupaten Kampar dan Kabupaten Kuantan Singingi, sebagai bagian dari menarik minat warga untuk berkunjung ke salah satu pusat rekreasi di Provinsi Riau tersebut.

Pengelola Kebun Binatang Kasang Kulim, Laskar Jaya Permana di Pekanbaru, Ahad (17/6) menjelaskan pada akhir pekan ini pihaknya menyiapkan dua grup kesenian tradisional.

“Kemarin kita undang Serempong Kampar, kemudian hari ini ada Randai Kuansing,” katanya.

Loading...

Dia menuturkan dua jenis kelompok musik tradsional tersebut bertujuan untuk menghibur para pengunjung, yang sejak H+2 kemarin terus meningkat drastis mencapai 1.000 orang dan diperkirakan 1.500 pengunjung hari ini.

Selain dua petunjukan seni tradisional pada akhir pekan ini, Laskar juga menuturkan pengelola Kasang Kulim akan terus menghadirkan pertunjukan hiburan berupa penyanyi tradisional sepanjang sepekan libur lebaran 1439 Hijriah mendatang.

“Kita terus berupaya menarik minat masyarakat untuk berlibur di daerah sendiri,” tuturnya.

Lebih jauh, Laskar menjelaskan pengunjung Kebun Binatang yang mengoleksi puluhan satwa seperti gajah, singa, buaya, orang utan, kuda, beragam jenis unggas dan lainnya tersebut diakuinya tidak hanya berasal dari Riau, melainkan juga dari luar Provinsi.

“Kemarin ada yang dari Tanjung Pinang datang kemari. Alhamdulillah Kasang Kulim semakin dikenal,” tuturnya.

Meski terjadi peningkatan jumlah pengunjung, dia mengatakan pengelola tidak menaikkan tarif masuk ke Kebun Binatang Kasang Kulim, yang berlokasi di Kubang, perbatasan Pekanbaru-Kampar tersebut.

Ia menjelaskan tarif yang diterapkan sama seperti hari biasa, berkisar antara Rp20.000 hingga Rp25.000.

Salah seorang pengunjung, Imelda mengakui bahwa Kebun Binatang Kasang Kulim saat ini kondisinya jauh lebih baik dibanding beberapa tahun sebelum ini. Dia menuturkan sengaja datang bersama keluarganya meski harus menempuh perjalanan satu jam lamanya dari Kabupaten Kampar.

“Sekarang sudah banyak ‘spot’ foto bagus, kemudian satwanya semakin banyak jadi rasanya lokasi ini menjadi lebih menarik,” ujar ibu satu anak tersebut. (Ant/SR01)

Langganan berita lewat Telegram
loading...
Loading...
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN
[vc_row tdc_css="eyJwaG9uZSI6eyJkaXNwbGF5Ijoibm9uZSJ9LCJwaG9uZV9tYXhfd2lkdGgiOjc2NywiYWxsIjp7ImRpc3BsYXkiOiIifX0="][vc_column width="2/3"]

TERBARU

[/vc_column][vc_column width="1/3"][/vc_column][/vc_row]