Ketua DPRD Riau Imbau Pemudik Utamakan Keselamatan dan Keamanan

35
Septina Primawati
Ketua DPRD Riau Septina Primawati. (foto:Istimewa)

PEKANBARU, SERUJI.CO.ID – Ketua DPRD Riau Septina Primawati mengimbau para pemudik untuk mengutamakan keselamatan dan keamanan saat melakukan perjalanan pulang ke kampung halaman.

“Para pemudik agar lebih berhati-hati, meningkatkan kewaspadaan di jalan dan menyiapkan segala keperluan yang akan dibawa ke kampung halaman,” kata Septina Primawati melalui keterangannya di Pekanbaru, Selasa (12/6).

Ia mengatakan para pemudik harus memperhatikan tingkat keamanan kendaraan yang dibawa. Bagi kendaraan yang sudah memasuki usia tua, diharapkan untuk tidak dibawa pulang kampung karena dikhawatirkan akan memunculkan hal yang tidak diinginkan.

Loading...

Tidak hanya itu, keamanan rumah yang ditinggalkan juga harus diperhatikan. Ia meminta para pemudik agar melaporkan kepada RT atau RW setempat agar pengawasan bisa dilakukan.

“Bagi para pemudik, jangan lupa rumahnya dikunci, cabut aliran listrik, gas dan kunci jendela. Jangan lupa juga, lapor ke RT atau RW setempat, supaya masyarakat setempat misalnya, tahu kalau kita sedang mudik,” jelasnya.

Dia meminta Pemerintah untuk mengantisipasi segala bentuk gangguan yang terjadi selama perjalanan. Berdasarkan hasil pertemuan dengan Plt Gubernur Riau, Forkompinda dan stakeholder, segala kebutuhan dan antisipasi mudik dinyatakan siap.

“Termasuk juga menyiapkan alat berat di daerah yang rawan bencana. Bagi yang bekerja dibidang pelayanan, biasanya mereka tidak akan cuti dan kita harapkan bisa memberikan pelayanan yang baik,” tuturnya.

Sementara, Dinas Perhubungan Provinsi Riau memprediksi, puncak arus mudik Lebaran 1439 Hijriah untuk angkutan darat, penyeberangan, laut dan udara akan terjadi pada 13 Juni 2018 (H-2) Idul Fitri.

“Diperlukan berbagai upaya antisipasi agar arus mudik berjalan dengan baik, aman dan lancar sehingga pemudik akan nyaman dalam melakukan perjalanannya selamat sampai ke tujuan untuk berlebaran,” kata Kadis Perhubungan Riau, Taufiq.

Menurut dia, khusus untuk penyebarangan diprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada 13 Juni 2018 (H-2) hingga 17 Juni 2018 (H+1). Semua armada sudah dipersiapkan dengan baik.

Dia mengatakan dalam mengantisipasi kondisi yang terjadi pada tahun sebelumnya di antaranya meningkatnya jumlah pemudik berbanding terbalik dengan tingkat penggunaan kendaraan angkutan umum, khususnya moda angkutan jalan.

“Untuk moda angkuatan umum diprediksi akan mengalami penurunan sebesar 23,36 persen,” katanya.

Taufiq memandang bahwa pemudik masih banyak yang menggunakan sepeda motor yang justru akan meningkatkan resiko kecelakaan lalu lintas di jalan. Akan tetapi, katanya, sepeda motor masih digemari untuk mudik karena memiliki tingkat fleksibilitas mobilitas dan aksesibilitas yang mudah, dan biaya relatif murah.

Selain itu, ia menjelaskan diyakini bahwa dalam arus mudik 2018 akan terjadi kemacetan pada beberapa ruas jalan lintasan jalur mudik yang disebabkan antara lain kerusakan/pembangunan jalan, penyempitan jalan, pasar tumpah, bencana alam seperti banjir dan longsor.

“Kami juga masih menghadapi kendala terkait masih minimnya suppor data angkutan lebaran dari beberapa simpul transportasi di kabupaten dan kota ke Posko Induk Dinas Perhubungan Provinsi Riau, sehingga menghambat penyampaian laporan ke Posko Angkutan Lebaran Nasional,” katanya. (Ant/SR01)

Langganan berita lewat Telegram
loading...
Loading...
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN
[vc_row tdc_css="eyJwaG9uZSI6eyJkaXNwbGF5Ijoibm9uZSJ9LCJwaG9uZV9tYXhfd2lkdGgiOjc2NywiYWxsIjp7ImRpc3BsYXkiOiIifX0="][vc_column width="2/3"]

TERBARU

[/vc_column][vc_column width="1/3"][/vc_column][/vc_row]