close

Tagihan Membengkak, Kajari Sarankan Pemko Ganti Lampu Hemat Energi

PEKANBARU, SERUJI.CO.ID – Pemerintah Kota Pekanbaru, Provinsi Riau sudah saatnya untuk segera mengganti lampu penerangan jalan umum (PJU) yang lebih hemat energi, menyusul tunggakan pembayaran ke PT PLN (Persero) sebesar Rp37 miliar.

“Kami sarankan, kita harus lebih efesien. Ke depan Pemko Pekanbaru ganti lampu PJU yang lebih hemat energi,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Pekanbaru, Suripto Irianto di Pekanbaru, Selasa (26/6).

Suripto menyampaikan hal tersebut usai memediasi pihak PLN dan Pemko Pekanbaru, terkait polemik pembayaran tagihan rekening listrik PJU yang mencapai Rp37 miliar. Dampaknya, PLN terpaksa memutus aliran listrik ke PJU di jalan-jalan protokol di ibu kota Provinsi Riau tersebut sepekan terakhir.

Dalam mediasi tersebut, Pemko Pekanbaru yang disebut sebagai pihak pertama diwakili oleh Asisten II El Syabrina. Sementara PT PLN (Persero) diwakili oleh Manager Area PLN Pekanbaru, Kemas Abdul Gafur.

Dari pertemuan kedua belah pihak tersebut terdapat dua kesimpulan yang disepakati. Pertama, PLN Pekanbaru siap kembali menyalakan PJU di jalan-jalan utama Kota Pekanbaru.

Selanjutnya, kedua belah pihak akan kembali bertemu pada Kamis lusa untuk membahas langkah selanjutnya, terutama terkait pembayaran tunggakan tersebut.

“Untuk menjaga keamanan dan kenyamanan, maka pihak kedua bersedia menyalakan kembali lampu PJU seperti semula,” ujarnya.

“Segala permasalahan terkait tagihan rekening listrik PJU oleh pihak kedua ke pihak pertama akan dibahas kembali oleh kedua belah pihak pada 28 Juni, dengan mediasi Kejari Pekanbaru,” lanjutnya.

Suripto menjelaskan selain dua kesepakatan diatas, Kejari Pekanbaru selaku mediator juga meminta kepada Pemko Pekanbaru untuk mulai mengganti lampu hemat energi agar lebih efesien.

Kemudian, dia juga meminta agar Pemko Pekanbaru dapat menertibkan lampu-lampu PJU dan dilakukan pendataan secara benar.

“Mungkin pendataan belum sama,” tuturnya.

Lebih jauh, Kemas Abdul Gafur menjelaskan bahwa pihaknya sedang menganalisa kembali, terutama terkait data tagihan kepada Pemko Pekanbaru.

Terpisah, Asisten II Pemko Pekanbaru, El Syabrina sama sekali enggan memberikan keterangan kepada awak media. Terutama disinggung alasan pemerintah yang menunggak hingga tiga bulan lamanya.

Diberitakan sebelumnya, PLN terpaksa memadamkan sebagian lampu penerangan jalan umum, karena Pemerintah Kota Pekanbaru, menunggak pembayaran tagihan listrik hingga Rp37 miliar.

Tunggakan listrik sebesar Rp37 miliar itu adalah akumulasi selama tiga bulan terhitung sejak April, Mei, dan Juni 2018.

Ini bukan pertama kalinya Pemko Pekanbaru menunggak pembayaran tagihan listrik yang berujung pemadaman lampu fasilitas publik. Pada 2016, hal serupa pernah terjadi dan akhirnya diselesaikan dengan cara Pemko Pekanbaru mengangsur bayar tunggakan listrik. (Ant/SR01)


KOLOM

Mengurai Sengkarut Pikir Negeri

Oleh: Prof. Daniel Mohammad Rosyid, Guru Besar ITS Surabaya SERUJI.CO.ID - Awalnya adalah reformasi yang dibayangi kekhawatiran 30 tahun kediktatoran Soeharto yang akan terulang, maka konstitusi...

Mengurai Sengkarut Pikir Negeri

Oleh: Prof. Daniel Mohammad Rosyid, Guru Besar ITS Surabaya SERUJI.CO.ID - Awalnya adalah reformasi yang dibayangi kekhawatiran 30 tahun kediktatoran Soeharto yang akan terulang, maka konstitusi...
Loading...

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

Meski Hujan Guyur Pekanbaru, Jamaah Subuh Padati Tabligh Akbar Ustadz Somad

Hujan deras yang mengguyur Kota Pekanbaru sejak dini hari, tidak menyurutkan semangat warga untuk hadir pada Sholat Subuh berjamaah dan Tabligh Akbar Ustadz Abdul Somad (UAS) di Masjid Paripurna Raudhatus Shalihin, Jalan Bukit Barisan, Tenaya Raya, Pekanbaru. Dalam Tabligh Akbar-nya kali ini, UAS mengangkat tema "Solusi Islam Dalam Menuntaskan Kemiskinan".

Akhirnya Rekapitulasi 34 Provinsi Selesai: Jokowi Menang 55,41 Persen, Inilah Rinciannya

Dengan selesainya rekapitulasi Provinsi Papua maka Jokowi-KH Ma’ruf berhasil meraih dukungan rakyat sebanyak 85.036.828 suara, atau 55,41 persen dari total suara sah yang berjumlah 153.479.321 suara. Sementara, Prabowo-Sandiaga meraih dukungan sebanyak 68.442.493 suara (44,59%).

Penumpang Pesawat di BIM Turun Hingga 3.000 Orang Per Hari

PADANG PARIAMAN, SERUJI.CO.ID - PT Angkasa Pura II menyatakan...

Hadapi Pemilu 2019, PKS Sumut Gelar Kemah Bakti Nusantara

MEDAN, SERUJI.CO.ID - Dewan Pimpinan Wilayah Partai Keadilan Sejahtera...

Yusril: Dukungan PBB Cenderung ke Jokowi-KH Ma’ruf

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai...

Nekat Jadi Kurir Sabu, Mahasiswa Ini Bersama Rekannya Diciduk Polisi

DUMAI, SERUJI.CO.ID - Seorang mahasiswa berinisial A (25) dan...

Bawaslu Tanjungpinang Gelar Lomba Menulis Pantun Bertema Pemilu 2019

TANJUNGPINANG, SERUJI.CO.ID - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Tanjungpinang,...

Akhirnya Rekapitulasi 34 Provinsi Selesai: Jokowi Menang 55,41 Persen, Inilah Rinciannya

Dengan selesainya rekapitulasi Provinsi Papua maka Jokowi-KH Ma’ruf berhasil meraih dukungan rakyat sebanyak 85.036.828 suara, atau 55,41 persen dari total suara sah yang berjumlah 153.479.321 suara. Sementara, Prabowo-Sandiaga meraih dukungan sebanyak 68.442.493 suara (44,59%).

TERPOPULER