Hitung Cepat Polmark: Syamsuar-Edy Menang dari Petahana di Pekanbaru

191
syamsuar-edy
Syamsuar-Edy Nasution.

PEKANBARU, SERUJI.CO.ID –  Lembaga riset dan konsultan politik Polmark Indonesia menyatakan hasil hitung cepat menempatkan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Riau Syamsuar-Edy Nasution berhasil mengalahkan calon petahana di Kota Pekanbaru yang menjadi lumbung suara terbesar.

“Padahal, kalau logikanya, wali kota dan gubernur seharusnya bisa meraih banyak suara di Pekanbaru. Namun, ternyata sebaliknya pasangan nomor 1 menang jauh,” kata Direktur Operasional Polmark Indonesia Maikal Febrian, di Kota Pekanbaru, Rabu (27/6).

Secara keseluruhan di Riau, pasangan nomor urut 1 tersebut meraih suara 23.321 atau 38,17 persen. Sementara itu, pasangan nomor urut 2 Lukman Edy-Hardianto mendapat 10.543 suara (17,25 persen), nomor urut 3 Firdaus-Rusli Effendi mendapat 12.359 suara (20,23 persen). Firdaus merupakan Wali Kota Pekanbaru.

Loading...

Sementara itu paslon petahana gubernur Arsyadjuliandi Rachman-Suyatno mendapat 14.882 suara (24,35 persen).

Ia menjelaskan perolehan suara di Kota Pekanbaru menunjukkan Syamsuar-Edy mendapat suara 46,33 persen, kemudian nomor urut 2 mendapat 9,32 persen, Firdaus hanya 23,42 persen, dan petahana Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman mendapat 20,93 persen.

Menurut dia, kemenangan paslon Syamsuar-Edy karena pemilih sudah sejak lama kurang puas dengan kinerja pemerintahan Firdaus sebagai Wali Kota Pekanbaru dan Arsyadjuliandi sebagai Gubernur Riau.

Salah satu contoh nyata ketidakpuasan itu di antaranya adalah pada masalah banjir dan sampah di Kota Pekanbaru.

“Sebelumnya, Firdaus sangat kuat di Pekanbaru dan Kampar, dan ini harus dipecah suaranya. Dan ada celah berupa ketidakpuasan dari kinerja pemerintahannya. Karena itu, selama bulan Ramadhan, Syamsuar dan Edy lebih banyak berkampanye di Pekanbaru,” kata Maikal sambil mengatakan Polmark merupakan konsultan dari pasangan nomor urut 1 itu.

Meski begitu, Firdaus tetap menang di Kampar yang merupakan daerah kelahirannya dengan perolehan suara 49,49 persen.

Sementara itu, Syamsuar mendapat 20,69 persen suara. Meski begitu, perolehan suara Syamsuar juga banyak didapatkan dari Bengkalis dan Siak.

Khusus di Siak, di mana Syamsuar menjabat sebagai bupati, perolehan suara pasangan itu mencapai 71,23 persen. Sementara itu, Firdaus hanya 6,67 persen dan Arsyadjuliandi Rachman 14,73 persen.

Ia mengatakan hitung cepat Polmark menggunakan metodologi “systemic random sampling” sebanyak 350 sampel tempat pemungutan suara (TPS). Sementara itu, tingkat kesalahan (margin of error) mencapai plus minus 1 satu persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. (Ant/SR01)

Langganan berita lewat Telegram
loading...
Loading...
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN
[vc_row tdc_css="eyJwaG9uZSI6eyJkaXNwbGF5Ijoibm9uZSJ9LCJwaG9uZV9tYXhfd2lkdGgiOjc2NywiYWxsIjp7ImRpc3BsYXkiOiIifX0="][vc_column width="2/3"]

TERBARU

[/vc_column][vc_column width="1/3"][/vc_column][/vc_row]