Kutip Menhan, Prabowo: Indonesia Hanya Mampu Perang Tiga Hari

277
Prabowo acara "Ngobrol Bersama 300 Jenderal & Para Intelektual", di Hotel Sari Pacific, Jakarta, Sabtu (22/9/2018). (foto:Istimewa).

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto mengungkapkan rapuhnya kondisi pertahanan Indonesia dalam menghadapi ancaman peperangan. Ia mengutip pernyataan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, yang menyatakan kemungkinan Indonesia hanya mampu bertempur selama tiga hari karena persoalan cadangan energi.

“Saya mau kutip ucapan menteri sendiri, rekan kita juga. Menhan sendiri mengatakan kalau terjadi perang di Republik Indonesia, kita hanya bisa perang tiga hari,” ujar Prabowo dalam acara “Ngobrol Bersama 300 Jenderal & Para Intelektual”, di Hotel Sari Pacific, Jakarta, Sabtu (22/9).

Calon presiden nomor urut 02 itu sempat berkelakar Ryamizard juga akan direshuffle Presiden Jokowi atas data tersebut.

Loading...

“Nanti kena reshuffle juga dia, kalau menyampaikan yang benar dicopot. Nggak, nggak. Teman kita ini memang bicara apa adanya selalu,” ujarnya.

Prabowo menyitir pernyataan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu tiga tahun lalu. Menurut Ryamizard, pangkal permasalahan rapuhnya pertahanan Indonesia terletak pada cadangan energi berupa bahan bakar.

Ryamizard menyatakan cadangan BBM Indonesia saat ini hanya sanggup memenuhi kegiatan sehari-hari. Cadangan operasional itu pun diperkirakan hanya bisa bertahan 17 hari.

Hal itu berbeda jauh dengan Malaysia yang punya cadangan energi hingga 30 hari, Singapura 50 hari, dan Korea Selatan 50 hari.

Menurut Ryamizard, meski TNI mempunyai sejumlah persenjataan canggih baik matra darat, laut, dan udara, tetap saja bergantung dengan bahan bakar buat dikerahkan ke medan pertempuran.

Prabowo mengingatkan soal pertahanan merupakan hal penting.

“Sebagai negara yang luas, Indonesia membutuhkan pertahanan yang kuat dalam menjaga kekayaan,” jelasnya.

Ia pun lantas membandingkan dengan pemerintahan era Presiden Sukarno.

“Presiden Sukarno sangat memperhatikan soal pertahanan Indonesia,” katanya.

Ia mengklaim Indonesia kehilangan kekayaan senilai Rp 3.000 triliun per tahun.

“Jadi bukan kita mau sok jagoan, kita mau membela diri. Kita butuh angkatan laut yang kuat untuk menjaga kekayaan yang hilang Rp3.000 triliun per tahun,” jelasnya.

Menurut Prabowo, Indonesia memiliki kapal laut yang banyak, namun tidak didukung dengan sumber daya alam yang memadai seperti bensin, solar, dan lainnya.

“Laut yang begitu luas, kapal kita berapa? Kapal kita banyak, solarnya juga enggak ada. Bagaimana kita mau kejar itu kapal-kapal pencuri kekayaan kita? Kita perlu satelit, kita perlu helikopter. Luas kita adalah 28 negara eropa,” ujarnya.

Menurut Prabowo, bila ingin melihat rakyat Indonesia sejahtera maka negara harus kuat menjaga sumber daya alam.

Bahkan ia mengatakan tak ada negara lain yang bakal memberikan belas kasih kepada Indonesia bila tak mampu menjaga kekayaan alam yang melimpah.

“Jangan kita mengira ada bangsa lain yang mau kasihan sama kita. Bangsa lain ingin Indonesia pecah. Walaupun mereka enggak mengakui,” terangnya.

Prabowo menegaskan, Indonesia harus mampu mengembalikan kekayaan yang dimiliki.

“Menurut saya negara kita dalam keadaan prihatin. Oleh karenanya, setiap pemimpin harus berani ambil sikap. Kekayaan kita harus kita rebut kembali,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, dalam acara “Ngobrol Bersama 300 Jenderal & Para Intelektual” itu, sebanyak 300 jenderal purnawirawan dan marsekal TNI gabungan (dari unsur AD, AU, dan AL) mendeklarasikan dukungan politik mereka kepada pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam Pemilihan Presiden 2019.

Nampak hadir dalam acara itu, Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Sandiaga, Djoko Santoso, Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya Siti Hediati Hariyadi alias Titiek Soeharto, dan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Rachmawati Soekarnoputri.

Selain itu, mantan Kepala Staf TNI AU (KSAU) Marsekal (Purn) TNI Imam Sufaat, Mantan Kepala Staf TNI AD (KSAD) Jenderal (Purn) TNI Agustadi Sasongko Purnomo, mantan KSAD Jenderal (Purn) TNI George Toisutta. (SR01)

Langganan berita lewat Telegram
loading...
Loading...
loading...
BERITA PILIHAN
[vc_row tdc_css="eyJwaG9uZSI6eyJkaXNwbGF5Ijoibm9uZSJ9LCJwaG9uZV9tYXhfd2lkdGgiOjc2NywiYWxsIjp7ImRpc3BsYXkiOiIifX0="][vc_column width="2/3"]

TERBARU

[/vc_column][vc_column width="1/3"][/vc_column][/vc_row]