Berumur Empat Abad Lebih, DPRD: Seni Silat Batuah Harus Dilestarikan

0
30
silat batuah
Seni Silat Batuah (foto:Istimewa)
loading...

KUANTAN SINGINGI, SERUJI.CO.ID – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau mendukung masyarakat melestarikan seni bela diri “Silat Batuah” yang sudah berumur lebih dari empat abad di Sentajo Raya Kuansing, karena memiliki nilai yang tinggi.

“Saya bertekad membantu agar seni pencak silat Batuah asal Kuansing tetap lestari sebagai aset daerah,” kata Ketua DPRD Kuantan Singingi Andi Putra di Teluk Kuantan, Senin (25/6).

Ketua DPRD ini optimis, kedepan seni silat Batuah yang berjaya dan sangat diminati oleh masyarakat baik Kuansing maupun seluruh penjuru Sumatra ini akan berkibar terus dan semakin besar, namun semua pihak harus berperan aktif.

Tokoh persilatan di Kuansing sudah berjuang maksimal mempertahankan olahraga silat ini, karena itu pergelaran harus di laksanakan secara berkelanjutan, sehingga seni bela diri yang memiliki sejarah panjang ini dapat semakin kokoh.

“Alhamdulilah, hingga saat ini dapat semakin baik, kekompakan itu penting,” sebutnya.

Ketua DPRD juga menyebutkan, untuk menunjang perkembangan dan pelestarian silat ini dirinya akan memperjuangkan alokasi dana APBD dikucurkan, sehingga kegiatan tradisi, senin dan budaya dapat berjalan optimal.

Acara persilatan yang digelar setiap tahun adalah ajang menjalin hubungan baik, silatruahmi sesama serta memperkokoh rasa kekeluargaan dan persaudaraan.

Andi Putra saat menghadiri seni dan silat Pendekar Batuah Sentajo Senarai Rayo Onam di Desa Pulau Komang, Kecamatan Sentajo Raya, Kabupaten Kuansing, Riau, Sabtu (23/6) memberikan apresiasi tinggi kepada semua pihak.

Salah satu pendekar Batuah, Yus (40) menyebutkan, silat Batuah sangat berbeda dengan seni bela diri lainnya di Indonesia, salah satu yang membedakan adalah kelincahan, kesaktian serta sejarah panjang membuatnya langgeng.

“Banyak pendekar yang lahir dari persilatan ini, semua terlihat ramah, santun dan tidak seperti pendekar,” ujarnya.

Ini berarti, pendekar Batuah itu menyembunyikan kesaktiannya dan tidak di pertunjukan kepada umum yang justru menimbulkan riya dan kesombongan. (Ant/SR01)

Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

TERBARU