close

Kapal Tanker dan Kapal Pipa Laut Tabrakan di Perairan Kepri

BATAM, SERUJI.CO.ID – Kapal Tanker MT Antea dan Kapal MV Star Centurion yang membawa pekerja menangani pipa bawah laut bertabrakan di Perairan Berakit, Kabupaten Bintan, Kepri, pada Ahad (13/1) malam.

“Akibat tabrakan itu salah satu kapal dalam kondisi miring,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Tanjungpinang Budi Cahyadi, Senin (14/1), sebagaimana dilansir Antara.

Budi menjelaskan, pihaknya tadi pagi sudah memperoleh kabar 22 orang penumpang kapal berhasil diselamatkan dengan menggunakan perahu sekoci.

“Jadi begitu kapal oleng, dua sekoci dikeluarkan dari kapal, dan ditarik dua kapal penyelamat lainnya. Penumpang berhasil dibawa ke Pelabuhan Singapura,” kata Budi.

Baca juga: KRI Cut Nyak Dien Tangkap Kapal Vietnam di Perairan Natuna

Budi juga sudah menghubungi aparat yang berwenang di Singapura untuk memastikan hal tersebut. Sementara Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Tanjungpinang menugasi sejumlah personel untuk siaga di Perairan Kijang, Bintan.

“Satu kapal siaga di perairan Kijang. Kemudian setelah dapat dipastikan seluruh penumpang selamat, petugas kembali,” ujarnya.

Budi enggan membeberkan kronologis peristiwa tersebut, karena bukan wewenangnya. Ia mengatakan pihak yang berwenang menyampaikan kronologis permasalahan itu adalah KSOP Tanjunguban, Bintan.

Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari KSOP Tanjunguban. (SR01)


  • 4
    Shares

KOLOM

Mengurai Sengkarut Pikir Negeri

Oleh: Prof. Daniel Mohammad Rosyid, Guru Besar ITS Surabaya SERUJI.CO.ID - Awalnya adalah reformasi yang dibayangi kekhawatiran 30 tahun kediktatoran Soeharto yang akan terulang, maka konstitusi...

Mengurai Sengkarut Pikir Negeri

Oleh: Prof. Daniel Mohammad Rosyid, Guru Besar ITS Surabaya SERUJI.CO.ID - Awalnya adalah reformasi yang dibayangi kekhawatiran 30 tahun kediktatoran Soeharto yang akan terulang, maka konstitusi...
Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

Meski Hujan Guyur Pekanbaru, Jamaah Subuh Padati Tabligh Akbar Ustadz Somad

Hujan deras yang mengguyur Kota Pekanbaru sejak dini hari, tidak menyurutkan semangat warga untuk hadir pada Sholat Subuh berjamaah dan Tabligh Akbar Ustadz Abdul Somad (UAS) di Masjid Paripurna Raudhatus Shalihin, Jalan Bukit Barisan, Tenaya Raya, Pekanbaru. Dalam Tabligh Akbar-nya kali ini, UAS mengangkat tema "Solusi Islam Dalam Menuntaskan Kemiskinan".

Akhirnya Rekapitulasi 34 Provinsi Selesai: Jokowi Menang 55,41 Persen, Inilah Rinciannya

Dengan selesainya rekapitulasi Provinsi Papua maka Jokowi-KH Ma’ruf berhasil meraih dukungan rakyat sebanyak 85.036.828 suara, atau 55,41 persen dari total suara sah yang berjumlah 153.479.321 suara. Sementara, Prabowo-Sandiaga meraih dukungan sebanyak 68.442.493 suara (44,59%).

Penumpang Pesawat di BIM Turun Hingga 3.000 Orang Per Hari

PADANG PARIAMAN, SERUJI.CO.ID - PT Angkasa Pura II menyatakan...

Hadapi Pemilu 2019, PKS Sumut Gelar Kemah Bakti Nusantara

MEDAN, SERUJI.CO.ID - Dewan Pimpinan Wilayah Partai Keadilan Sejahtera...

Yusril: Dukungan PBB Cenderung ke Jokowi-KH Ma’ruf

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai...

Nekat Jadi Kurir Sabu, Mahasiswa Ini Bersama Rekannya Diciduk Polisi

DUMAI, SERUJI.CO.ID - Seorang mahasiswa berinisial A (25) dan...

Bawaslu Tanjungpinang Gelar Lomba Menulis Pantun Bertema Pemilu 2019

TANJUNGPINANG, SERUJI.CO.ID - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Tanjungpinang,...

Akhirnya Rekapitulasi 34 Provinsi Selesai: Jokowi Menang 55,41 Persen, Inilah Rinciannya

Dengan selesainya rekapitulasi Provinsi Papua maka Jokowi-KH Ma’ruf berhasil meraih dukungan rakyat sebanyak 85.036.828 suara, atau 55,41 persen dari total suara sah yang berjumlah 153.479.321 suara. Sementara, Prabowo-Sandiaga meraih dukungan sebanyak 68.442.493 suara (44,59%).

TERPOPULER

Lakukan Pencucian Uang dan Penyelundupan Satwa, Oknum Polisi Riau Dituntut Tiga Tahun Penjara

Oknum polisi yang menjadi terdakwa perkara tindak pidana pencucian uang dan penyelundupan satwa langka, M. Ali Honopiah, dituntut hukuman tiga tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Pekanbaru, Provinsi Riau.