close

Legislator: Perusahaan di Kepri Terancam Tutup Akibat Pemprov Tunda Bayar

TANJUNGPINANG, SERUJI.CO.ID – Komisi II DPRD Provinsi Kepulauan Riau menyoroti penerapan kebijakan tunda bayar yang bisa berakibat perusahaan rekanan pemerintah terancam tutup.

“Akibat pemprov tunda bayar, banyak perusahaan jadi buntung, bahkan potensial gulung tikar,” ujar anggota Komisi II DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Ing Iskandarsyah di Tanjungpinang, Rabu (3/10).

Ketua Fraksi Keadilan Sejahtera-Persatuan Pembangunan DPRD Kepri ini mengatakan, kebijakan tunda bayar dilakukan pemerintah karena defisit anggaran.

Dijelaskan olehnya, defisit anggaran disebabkan target pendapatan yang bersumber dari pusat meleset.

“Sementara rencana pembangunan telah disahkan, dan banyak kegiatan pemerintahan sudah dilaksanakan sejak awal 2018,” ujarnya.

Defisit anggaran menyebabkan pekerjaan yang dilaksanakan oleh sebagian kontraktor tidak dapat dibayar.

“Salah satu efek dari APBD yang defisit, dan yang hanya menggantungkan sumber dari pusat adalah banyak tertundanya pembayaran oleh pemprov kepada perusahaan,” jelasnya.

“Perusahaan yang telah diputuskan pemerintah sebagai pelaksana kegiatan yang bersumber dari APBD sudah menjalankan kewajiban tetapi karena uang tidak ada, harus menunggu pemerintah bayar tahun depan,” imbuhnya.

Iskandarsyah merasa kasihan terhadap nasib kontrator yang harus gigit jari pada tahun ini, padahal energinya sudah banyak terkuras untuk melaksanakan kegiatan pemerintahan tahun ini.

“Kasihanlah harus ditunda pembayarannya. Akhirnya keuntungan tidak dapat karena harus menunggu lama pencairan. Bisa jadi bukan untung yang didapat tapi buntung,” ucapnya.

Ia menduga, jika modal tidak banyak dan berutang kepada bank, maka perusahaan tidak dapat melunasi utang, bahkan harus membayar bunga. Kondisi itu tentu memperparah kondisi perusahaan.

“Banyak kontraktor dikejar-kejar utang,” katanya.

Kondisi seperti ini juga terjadi pada tahun 2017. Keinginan Gubernur Kepri Nurdin Basirun untuk menyelesaikan persoalan defisit anggaran, ternyata tidak terealisasi karena tahun ini juga terjadi defisit anggaran.

“Solusinya, pemprov harus lebih mandiri dalam hal sumber fiskal. Kepri butuh uang dari pusat, tetapi kalau mereka tunda bayar akhirnya bermasalah,” ujarnya.

Iskandarsyah berharap gubernur dan tim anggaran pemerintah daerah serius dan kreatif untuk meningkatkan pendapatan daerah.

“Saran kami juga, jika uangnya pas-pasan, pangkas anggaran belanja APBD terlalu banyak yang tidak penting dan tidak prioritas,” tegasnya. (SR01)


KOLOM

Mengurai Sengkarut Pikir Negeri

Oleh: Prof. Daniel Mohammad Rosyid, Guru Besar ITS Surabaya SERUJI.CO.ID - Awalnya adalah reformasi yang dibayangi kekhawatiran 30 tahun kediktatoran Soeharto yang akan terulang, maka konstitusi...

Mengurai Sengkarut Pikir Negeri

Oleh: Prof. Daniel Mohammad Rosyid, Guru Besar ITS Surabaya SERUJI.CO.ID - Awalnya adalah reformasi yang dibayangi kekhawatiran 30 tahun kediktatoran Soeharto yang akan terulang, maka konstitusi...
Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

Meski Hujan Guyur Pekanbaru, Jamaah Subuh Padati Tabligh Akbar Ustadz Somad

Hujan deras yang mengguyur Kota Pekanbaru sejak dini hari, tidak menyurutkan semangat warga untuk hadir pada Sholat Subuh berjamaah dan Tabligh Akbar Ustadz Abdul Somad (UAS) di Masjid Paripurna Raudhatus Shalihin, Jalan Bukit Barisan, Tenaya Raya, Pekanbaru. Dalam Tabligh Akbar-nya kali ini, UAS mengangkat tema "Solusi Islam Dalam Menuntaskan Kemiskinan".

Akhirnya Rekapitulasi 34 Provinsi Selesai: Jokowi Menang 55,41 Persen, Inilah Rinciannya

Dengan selesainya rekapitulasi Provinsi Papua maka Jokowi-KH Ma’ruf berhasil meraih dukungan rakyat sebanyak 85.036.828 suara, atau 55,41 persen dari total suara sah yang berjumlah 153.479.321 suara. Sementara, Prabowo-Sandiaga meraih dukungan sebanyak 68.442.493 suara (44,59%).

Penumpang Pesawat di BIM Turun Hingga 3.000 Orang Per Hari

PADANG PARIAMAN, SERUJI.CO.ID - PT Angkasa Pura II menyatakan...

Hadapi Pemilu 2019, PKS Sumut Gelar Kemah Bakti Nusantara

MEDAN, SERUJI.CO.ID - Dewan Pimpinan Wilayah Partai Keadilan Sejahtera...

Yusril: Dukungan PBB Cenderung ke Jokowi-KH Ma’ruf

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai...

Nekat Jadi Kurir Sabu, Mahasiswa Ini Bersama Rekannya Diciduk Polisi

DUMAI, SERUJI.CO.ID - Seorang mahasiswa berinisial A (25) dan...

Bawaslu Tanjungpinang Gelar Lomba Menulis Pantun Bertema Pemilu 2019

TANJUNGPINANG, SERUJI.CO.ID - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Tanjungpinang,...

Akhirnya Rekapitulasi 34 Provinsi Selesai: Jokowi Menang 55,41 Persen, Inilah Rinciannya

Dengan selesainya rekapitulasi Provinsi Papua maka Jokowi-KH Ma’ruf berhasil meraih dukungan rakyat sebanyak 85.036.828 suara, atau 55,41 persen dari total suara sah yang berjumlah 153.479.321 suara. Sementara, Prabowo-Sandiaga meraih dukungan sebanyak 68.442.493 suara (44,59%).

TERPOPULER