close

BPS: Variabel Kebebasan Berpendapat di Riau Alami Kenaikan Tertinggi

PEKANBARU, SERUJI.CO.ID – Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Provinsi Riau tahun 2017 mengalami peningkatan menjadi 73,41 poin dibandingkan dengan 2016 yang sebesar 71,89 dalam skala 0 sampai 100.

“Capaian kinerja demokrasi Indonesia di Riau tersebut masih berada pada kategori Sedang,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, Aden Gultom di Pekanbaru, dikutip dari laman Media Center Riau, Senin (3/9).

Pada tahun 2017, lanjut Aden, terdapat tujuh variabel yang mengalami kenaikan indeks, satu variabel yang mengalami penurunan dan tiga variabel tidak mengalami perubahan. Dari tujuh variabel yang mengalami kenaikan, tiga di antaranya mengalami kenaikan cukup tinggi, antara lain: Peran Kebebasan Berpendapat, Peran DPRD, dan Peran Birokrasi Pemerintah Daerah.

Aden menguraikan, variabel Peran Kebebasan Berpendapat mengalami kenaikan paling tinggi yaitu sebesar 54,15 poin, dari 39,59 pada 2016 menjadi 93,74 pada 2017.

“Hal ini disebabkan tidak adanya kejadian ancaman kekerasan atau penggunaan kekerasan oleh aparat pemerintah yang menghambat kebebasan berpendapat di Provinsi Riau sepanjang tahun 2017,” tuturnya.

Kemudian, kenaikan tertinggi kedua terjadi pada variabel Peran DPRD yang naik 29,10 poin, dari 47,96 pada 2016 menjadi 77,06 pada 2017. Nilai alokasi anggaran pendidikan dan kesehatan dalam APBD Provinsi Riau Tahun 2017 masing-masing sebesar 19,5 persen dan 9,15 persen. Hal ini sudah hampir mendekati persentase alokasi anggaran yang ditetapkan oleh Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan yang mengatur bahwa Pemerintah Provinsi harus mengalokasi dana APBDnya sebesar 20 Persen untuk pendidikan dan 10 persen untuk kesehatan.

Selain itu, selama tahun 2017, DPRD Provinsi Riau telah mengeluarkan Rekomendasi kepada eksekutif sebanyak 19 rekomendasi. Hal ini menunjukan bahwa DPRD telah menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik.

Selanjutnya kenaikan tertinggi ketiga sebesar 22,85 poin terjadi pada variabel Peran Birokrasi Pemerintah Daerah dengan nilai 58,70 pada 2017 dibandingkan tahun 2016 yang hanya sebesar 35,85. Hal ini disebabkan pada tahun 2017 jumlah kebijakan pejabat pemerintah daerah yang dinyatakan bersalah oleh keputusan PTUN sebanyak 8 perkara yang dikabulkan. Jumlah tersebut menurun dari tahun sebelumnya yang sebanyak 14 perkara.

Di sisi lain, variabel Partisipasi Politik dalam Pengambilan Keputusan dan Pengawasan menurun cukup tajam sebesar 22,82 poin, dari 80,43 pada 2016 menjadi 57,61 pada 2017 menurun dari kategori “baik” menjadi kategori “buruk”. Selama tahun 2017, di Provinsi Riau banyak terjadi demonstrasi yang bersifat kekerasan. Warga Riau yang mengeluhkan karena jalan rusak yang tidak kunjung diperbaiki, sehingga masyarakat berinisiatif untuk melakukan demonstrasi dengan menanam pisang dan atau menutupnya dengan timbunan sampah untuk menutup jalan yang rusak. Demonstrasi juga banyak dilakukan oleh mahasiswa terkait kebijakan di kampusnya atau terkait kinerja Pemerintah Provinsi Riau. (SR01)


KOLOM

Mengurai Sengkarut Pikir Negeri

Oleh: Prof. Daniel Mohammad Rosyid, Guru Besar ITS Surabaya SERUJI.CO.ID - Awalnya adalah reformasi yang dibayangi kekhawatiran 30 tahun kediktatoran Soeharto yang akan terulang, maka konstitusi...

Mengurai Sengkarut Pikir Negeri

Oleh: Prof. Daniel Mohammad Rosyid, Guru Besar ITS Surabaya SERUJI.CO.ID - Awalnya adalah reformasi yang dibayangi kekhawatiran 30 tahun kediktatoran Soeharto yang akan terulang, maka konstitusi...
Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

Meski Hujan Guyur Pekanbaru, Jamaah Subuh Padati Tabligh Akbar Ustadz Somad

Hujan deras yang mengguyur Kota Pekanbaru sejak dini hari, tidak menyurutkan semangat warga untuk hadir pada Sholat Subuh berjamaah dan Tabligh Akbar Ustadz Abdul Somad (UAS) di Masjid Paripurna Raudhatus Shalihin, Jalan Bukit Barisan, Tenaya Raya, Pekanbaru. Dalam Tabligh Akbar-nya kali ini, UAS mengangkat tema "Solusi Islam Dalam Menuntaskan Kemiskinan".

Akhirnya Rekapitulasi 34 Provinsi Selesai: Jokowi Menang 55,41 Persen, Inilah Rinciannya

Dengan selesainya rekapitulasi Provinsi Papua maka Jokowi-KH Ma’ruf berhasil meraih dukungan rakyat sebanyak 85.036.828 suara, atau 55,41 persen dari total suara sah yang berjumlah 153.479.321 suara. Sementara, Prabowo-Sandiaga meraih dukungan sebanyak 68.442.493 suara (44,59%).

Penumpang Pesawat di BIM Turun Hingga 3.000 Orang Per Hari

PADANG PARIAMAN, SERUJI.CO.ID - PT Angkasa Pura II menyatakan...

Hadapi Pemilu 2019, PKS Sumut Gelar Kemah Bakti Nusantara

MEDAN, SERUJI.CO.ID - Dewan Pimpinan Wilayah Partai Keadilan Sejahtera...

Yusril: Dukungan PBB Cenderung ke Jokowi-KH Ma’ruf

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai...

Nekat Jadi Kurir Sabu, Mahasiswa Ini Bersama Rekannya Diciduk Polisi

DUMAI, SERUJI.CO.ID - Seorang mahasiswa berinisial A (25) dan...

Bawaslu Tanjungpinang Gelar Lomba Menulis Pantun Bertema Pemilu 2019

TANJUNGPINANG, SERUJI.CO.ID - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Tanjungpinang,...

Akhirnya Rekapitulasi 34 Provinsi Selesai: Jokowi Menang 55,41 Persen, Inilah Rinciannya

Dengan selesainya rekapitulasi Provinsi Papua maka Jokowi-KH Ma’ruf berhasil meraih dukungan rakyat sebanyak 85.036.828 suara, atau 55,41 persen dari total suara sah yang berjumlah 153.479.321 suara. Sementara, Prabowo-Sandiaga meraih dukungan sebanyak 68.442.493 suara (44,59%).

TERPOPULER