close

Nunggak Rp51 Milyar, PLN Padamkan Listrik PJU Dua Daerah di Riau

PEKANBARU, SERUJI.CO.ID – PT PLN (Persero) terpaksa memadamkan aliran listrik penerangan jalan umum atau PJU di dua daerah, yakni Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar karena dua pemerintah daerah setempat menunggak pembayaran tagihan dengan total sekitar Rp51 miliar.

“Untuk Kota Pekanbaru sudah ada mulai ada titik temu masalah ini untuk menyelesaikan pembayaran, sedangkan di Pemda Kampar sampai sekarang belum ada sehingga lampu PJU masih dimatikan,” kata Humas PLN Wilayah Riau-Kepulauan Riau, Tajuddin Nur di Pekanbaru, Selasa (26/6).

Ia menjelaskan, Pemkab Kampar menunggak tagihan listrik PJU sekitar Rp14 miliar selama lima bulan sejak Februari hingga Juni. Pihak PLN sudah mencoba melakukan penagihan, namun belum kunjung dibayar oleh pemerintah daerah setempat.

Sementara itu, PLN berjanji akan menyalakan lagi lampu penerangan jalan umum di Kota Pekanbaru pada Selasa malam, yang beberapa hari terakhir ini terpaksa dipadamkan karena Pemerintah Kota Pekanbaru menunggak pembayaran tagihan hingga Rp37 miliar.

Ia mengatakan kebijakan itu dilakukan setelah adanya pertemuan PLN dengan Pemko Pekanbaru yang dimediasi oleh Kejaksaan Negeri Pekanbaru. Pertemuan di Kantor Wali Kota Pekanbaru itu turut dihadiri oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pekanbaru Suripto Irianto dan Asisten II Setdako Pekanbaru El Syabrina.

“Karena sudah ada jaminan dari Kajari Pekanbaru, dan sudah dilaporkan ke atasan PLN, akhirnya diputuskan pada sore ini lampu jalan akan dihidupkan kembali,” kata Tajuddin.

Baca juga: Ada Jaminan dari Kajari, Lampu Jalan di Pekanbaru Dihidupkan Kembali Sore Ini

Ia mengatakan dalam pertemuan itu masih membahas selisih pembayaran yang dipermasalahkan oleh Pemko Pekanbaru. Dengan pertimbangan pembahasan akan memakan waktu lama, maka pertemuan kedua pihak akan dilanjutkan lagi pada Kamis (28/6).

“Jadi pertimbangan untuk menyalakan lampu lagi karena selain ada jaminan dari Kajari, juga pertimbangan menjaga keamanan Kota Pekanbaru karena kalau lampu jalan dimatikan, kondisi sangat gelap apalagi dengan turunnya hujan seperti beberapa hari terakhir,” ujarnya.

Sebelumnya, PT PLN (Persero) sejak 22 Juni lalu terpaksa memadamkan sebagian lampu penerangan jalan umum, karena Pemerintah Kota Pekanbaru, Riau, menunggak pembayaran tagihan listrik hingga Rp37 miliar.

Tunggakan listrik sebesar Rp37 miliar itu adalah akumulasi selama tiga bulan terhitung sejak April, Mei dan Juni 2018. Pemutusan aliran listrik penerangan jalan umum (PJU), sudah dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Berdasarkan kalkulasi PLN, lanjutnya, penggunaan daya listrik PJU selama tiga bulan tersebut mencapai 27 juta VA. Namun, Pemko Pekanbaru mengklaim ada sambungan listrik tak sesuai hitungannya, sehingga mempermasalahkan tagihan yang dibebankan oleh PLN.

Baca juga: Pemko Pekanbaru Nunggak Rp37 Miliar, PLN Padamkan Lampu Jalanan

Ini bukan pertama kalinya Pemko Pekanbaru menunggak pembayaran tagihan listrik yang berujung pemadaman lampu fasilitas publik. Pada 2016, hal serupa pernah terjadi dan akhirnya diselesaikan dengan cara Pemko Pekanbaru mengangsur bayar tunggakan listrik.

Sekretaris Kota Pekanbaru M. Noer sebelumnya sempat mengatakan alasan tidak dibayarnya tunggakan listrik tersebut karena tagihan yang lebih tinggi dari biasanya. Menurut dia, tunggakan yang seharusnya dibayarkan oleh Pemko Pekanbaru adalah berkisar Rp7-8 miliar per bulan. Namun, yang ditagih PLN sebesar Rp15 miliar.

“Kalau kita disuruh bayar Rp15 miliar, uang dari mana?,” kata M Noer kepada wartawan.

Menanggapi hal itu, Tajuddin Nur mengatakan pihaknya siap membuka data-data dalam pertemuan selanjutnya agar masalah tersebut bisa terang benderang. (Ant/SR01)


KOLOM

Mengurai Sengkarut Pikir Negeri

Oleh: Prof. Daniel Mohammad Rosyid, Guru Besar ITS Surabaya SERUJI.CO.ID - Awalnya adalah reformasi yang dibayangi kekhawatiran 30 tahun kediktatoran Soeharto yang akan terulang, maka konstitusi...

Mengurai Sengkarut Pikir Negeri

Oleh: Prof. Daniel Mohammad Rosyid, Guru Besar ITS Surabaya SERUJI.CO.ID - Awalnya adalah reformasi yang dibayangi kekhawatiran 30 tahun kediktatoran Soeharto yang akan terulang, maka konstitusi...
Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

Meski Hujan Guyur Pekanbaru, Jamaah Subuh Padati Tabligh Akbar Ustadz Somad

Hujan deras yang mengguyur Kota Pekanbaru sejak dini hari, tidak menyurutkan semangat warga untuk hadir pada Sholat Subuh berjamaah dan Tabligh Akbar Ustadz Abdul Somad (UAS) di Masjid Paripurna Raudhatus Shalihin, Jalan Bukit Barisan, Tenaya Raya, Pekanbaru. Dalam Tabligh Akbar-nya kali ini, UAS mengangkat tema "Solusi Islam Dalam Menuntaskan Kemiskinan".

Akhirnya Rekapitulasi 34 Provinsi Selesai: Jokowi Menang 55,41 Persen, Inilah Rinciannya

Dengan selesainya rekapitulasi Provinsi Papua maka Jokowi-KH Ma’ruf berhasil meraih dukungan rakyat sebanyak 85.036.828 suara, atau 55,41 persen dari total suara sah yang berjumlah 153.479.321 suara. Sementara, Prabowo-Sandiaga meraih dukungan sebanyak 68.442.493 suara (44,59%).

Penumpang Pesawat di BIM Turun Hingga 3.000 Orang Per Hari

PADANG PARIAMAN, SERUJI.CO.ID - PT Angkasa Pura II menyatakan...

Hadapi Pemilu 2019, PKS Sumut Gelar Kemah Bakti Nusantara

MEDAN, SERUJI.CO.ID - Dewan Pimpinan Wilayah Partai Keadilan Sejahtera...

Yusril: Dukungan PBB Cenderung ke Jokowi-KH Ma’ruf

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai...

Nekat Jadi Kurir Sabu, Mahasiswa Ini Bersama Rekannya Diciduk Polisi

DUMAI, SERUJI.CO.ID - Seorang mahasiswa berinisial A (25) dan...

Bawaslu Tanjungpinang Gelar Lomba Menulis Pantun Bertema Pemilu 2019

TANJUNGPINANG, SERUJI.CO.ID - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Tanjungpinang,...

Akhirnya Rekapitulasi 34 Provinsi Selesai: Jokowi Menang 55,41 Persen, Inilah Rinciannya

Dengan selesainya rekapitulasi Provinsi Papua maka Jokowi-KH Ma’ruf berhasil meraih dukungan rakyat sebanyak 85.036.828 suara, atau 55,41 persen dari total suara sah yang berjumlah 153.479.321 suara. Sementara, Prabowo-Sandiaga meraih dukungan sebanyak 68.442.493 suara (44,59%).

TERPOPULER