close

Pemko Pekanbaru Tunggak Listrik Rp37 Miliar, Mahasiswa Gelar Aksi Kumpul Koin

PEKANBARU, SERUJI.CO.ID – Sejumlah mahasiswa dari berbagai universitas menggelar aksi keprihatinan dengan mengumpulkan uang koin sebagai bentuk protes kepada Pemerintah Kota Pekanbaru yang menunggak membayar listrik Rp37 miliar, sehingga PLN mematikan lampu penerangan jalan umum.

“Berapapun hasilnya yang kami kumpulkan, nanti akan kami serahkan ke kantor Wali Kota Pekanbaru,” kata Koordinator Aksi Mahasiswa, Rusdi di Pekanbaru, Selasa (26/6).

Mahasiswa menggelar aksi protesnya itu dengan cara turun ke Jalan Jenderal Sudirman di depan Kantor Gubernur Riau. Mereka membawa kardus kosong dan berdiri di tepi jalan.

Ketika lampu lalu lintas menyala merah, mereka mendatangi pengguna jalan untuk meminta sumbangan sukarela. Mereka mengajak pengguna kendaraan yang melintas menyisihkan uang koin.

“Kami kecewa dengan Pemkot Pekanbaru. Pelanggan PLN di Pekanbaru ini sudah dipungut pajak penerangan jalan setiap bulannya. Kok giliran suruh bayar ke PLN, bisa nunggak,” katanya.

Ia mengatakan kegiatan itu sebagai bentuk sindiran terhadap kinerja Pemko Pekanbaru, juga sekaligus membantu pemerintah setempat untuk mendapatkan uang agar bisa bayar tunggakan.

Baca juga: Pemko Pekanbaru Nunggak Rp37 Miliar, PLN Padamkan Lampu Jalanan

Mereka mengaku prihatin karena kondisi jalanan di Pekanbaru kini gelap gulita, dan rawan terjadi kecelakaan. “Kami malu, kami kecewa dengan Pemkot (Pekanbaru) ini,” ujarnya.

Sementara itu, PT PLN (Persero) berjanji akan menyalakan lagi lampu penerangan jalan umum di Kota Pekanbaru pada Selasa (28/6) malam, yang beberapa hari terakhir ini terpaksa dipadamkan karena Pemerintah Kota Pekanbaru menunggak pembayaran tagihan hingga Rp37 miliar.

Baca juga: Nunggak Rp51 Milyar, PLN Padamkan Listrik PJU Dua Daerah di Riau

Keputusan itu dicapai pada pertemuan PLN dengan Pemko Pekanbaru yang dimediasi oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pekanbaru pada Selasa pagi. Pertemuan itu masih membahas selisih pembayaran yang dipermasalahkan oleh Pemko Pekanbaru. Dengan pertimbangan pembahasan akan memakan waktu lama, maka pertemuan kedua pihak akan dilanjutkan lagi pada Kamis (28/6).

“Jadi pertimbangan untuk menyalakan lampu lagi karena selain ada jaminan dari Kajari Pekanbaru, juga pertimbangan menjaga keamanan Kota Pekanbaru karena kalau lampu jalan dimatikan, kondisi sangat gelap apalagi dengan turunnya hujan seperti beberapa hari terakhir,” kata Humas PLN Riau-Kepulauan Riau, Tajuddin Nur.

Baca juga: Ada Jaminan dari Kajari, Lampu Jalan di Pekanbaru Dihidupkan Kembali Sore Ini

Tunggakan listrik sebesar Rp37 miliar itu adalah akumulasi selama tiga bulan terhitung sejak April, Mei dan Juni 2018. Pemutusan aliran listrik penerangan jalan umum (PJU), sudah dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Berdasarkan kalkulasi PLN, lanjutnya, penggunaan daya listrik PJU selama tiga bulan tersebut mencapai 27 juta VA. Namun, Pemko Pekanbaru mengklaim ada sambungan listrik tak sesuai hitungannya, sehingga mempermasalahkan tagihan yang dibebankan oleh PLN. (Ant/SR01)


KOLOM

Mengurai Sengkarut Pikir Negeri

Oleh: Prof. Daniel Mohammad Rosyid, Guru Besar ITS Surabaya SERUJI.CO.ID - Awalnya adalah reformasi yang dibayangi kekhawatiran 30 tahun kediktatoran Soeharto yang akan terulang, maka konstitusi...

Mengurai Sengkarut Pikir Negeri

Oleh: Prof. Daniel Mohammad Rosyid, Guru Besar ITS Surabaya SERUJI.CO.ID - Awalnya adalah reformasi yang dibayangi kekhawatiran 30 tahun kediktatoran Soeharto yang akan terulang, maka konstitusi...
Loading...

6 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

Meski Hujan Guyur Pekanbaru, Jamaah Subuh Padati Tabligh Akbar Ustadz Somad

Hujan deras yang mengguyur Kota Pekanbaru sejak dini hari, tidak menyurutkan semangat warga untuk hadir pada Sholat Subuh berjamaah dan Tabligh Akbar Ustadz Abdul Somad (UAS) di Masjid Paripurna Raudhatus Shalihin, Jalan Bukit Barisan, Tenaya Raya, Pekanbaru. Dalam Tabligh Akbar-nya kali ini, UAS mengangkat tema "Solusi Islam Dalam Menuntaskan Kemiskinan".

Akhirnya Rekapitulasi 34 Provinsi Selesai: Jokowi Menang 55,41 Persen, Inilah Rinciannya

Dengan selesainya rekapitulasi Provinsi Papua maka Jokowi-KH Ma’ruf berhasil meraih dukungan rakyat sebanyak 85.036.828 suara, atau 55,41 persen dari total suara sah yang berjumlah 153.479.321 suara. Sementara, Prabowo-Sandiaga meraih dukungan sebanyak 68.442.493 suara (44,59%).

Penumpang Pesawat di BIM Turun Hingga 3.000 Orang Per Hari

PADANG PARIAMAN, SERUJI.CO.ID - PT Angkasa Pura II menyatakan...

Hadapi Pemilu 2019, PKS Sumut Gelar Kemah Bakti Nusantara

MEDAN, SERUJI.CO.ID - Dewan Pimpinan Wilayah Partai Keadilan Sejahtera...

Yusril: Dukungan PBB Cenderung ke Jokowi-KH Ma’ruf

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai...

Nekat Jadi Kurir Sabu, Mahasiswa Ini Bersama Rekannya Diciduk Polisi

DUMAI, SERUJI.CO.ID - Seorang mahasiswa berinisial A (25) dan...

Bawaslu Tanjungpinang Gelar Lomba Menulis Pantun Bertema Pemilu 2019

TANJUNGPINANG, SERUJI.CO.ID - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Tanjungpinang,...

Akhirnya Rekapitulasi 34 Provinsi Selesai: Jokowi Menang 55,41 Persen, Inilah Rinciannya

Dengan selesainya rekapitulasi Provinsi Papua maka Jokowi-KH Ma’ruf berhasil meraih dukungan rakyat sebanyak 85.036.828 suara, atau 55,41 persen dari total suara sah yang berjumlah 153.479.321 suara. Sementara, Prabowo-Sandiaga meraih dukungan sebanyak 68.442.493 suara (44,59%).

TERPOPULER