Pilkada Riau, Pedagang Pasar Tradisional Pekanbaru Malas Nyoblos

386
Pasar Tradisional (ilustrasi)

PEKANBARU, SERUJI.CO.ID –¬†Sejumlah pedagang di beberapa pasar tradisional di Kota Pekanbaru mengaku enggan melakukan pencoblosan pada Pilkada Riau 2018, Rabu (27/6).

Di Pasar Kodim, Pekanbaru, para pedagang mengaku tidak mengenal para pasangan calon sehingga bingung untuk memilih.

“Memang tidak tahu mau milih siapa,” ucap pedagang bernama Jon, warga Kecamatan Bukit Raya Kota Pekanbaru.

Loading...

Jon menuturkan bahwa dirinya memang menerima undangan untuk memilih di salah satu Tempat Pemungutan Suara (TPS) di dekat rumahnya. Namun, ia tidak menggunakan hak suaranya lantaran tidak mengenal kandidat yang ikut bertarung dalam Pilkada Riau.

Saat ditayakan soal salah seorang petahana yang juga ikut dalam Pilkada tersebut, Jon menilai bahwa sosok tersebut dikatakan sebaiknya mengurus jabatan yang baru diemban untuk periode kedua.

Hal itu dikatakannya dengan sedikit bertanya soal keikutsertaan petahana yang disebutkan tadi.

“Kan baru terpilih kemarin kalau tidak salah. Sekarang ikut lagi untuk jadi Gubernur?” imbuhnya.

Hal senada juga disampaikan Syahrul pedagang sayur di Pasar Kodim Pekanbaru. Ia mengaku bahwa pada Pilkada kali ini dirinya dan beberapa anggota keluarganya yang lain kompak untuk tidak menggunakan hak suara lantaran tidak mengenal para kandidat tersebut. Menurutnya siapapun yang terpilih nantinya pasti memiliki misi tersendiri, apakah itu untuk pribadi maupun kelompok.

Dalam penuturannya Syahrul mengaku bahwa para kandidat tersebut memang cukup terkenal lantaran terdapat para petahana dalam pencalonan. Namun untuk beberapa alasan, para kandidat tersebut dinilainya kurang bersosialisasi kepada para pedagang. Setidaknya untuk masa kampanye ia dan para pedagang lain merasa kurang dirangkul oleh para calon. Selain itu, dari para petahana yang kembali bertarung dinilai belum berhasil dalam memperjuangkan rakyat kecil, salah satunya ialah para pedagang tersebut. Hal ini lantaran kondisi pasar yang notabene menjadi salah satu pusat kegiatan masyarakat masih jauh dari kata layak.

“Sekarang begini. Kan ada beberapa nama yang jadi pemimpin kita sebelumnya, nah.. apakah kondisi pasar kita sudah berubah? sudah bertahun-tahun saya berjualan, kondisi pasar saja masih begini,” tegasnya.

Banyak diantara para pedagang tersebut yang mengaku sengaja tidak menggunakan hak suara. Selain alasan tidak mengenal para kandidat, kekecewaan terhadap pemerintahan juga menjadi penyebabnya. (Ant/SR01)

Langganan berita lewat Telegram
loading...
Loading...
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN
[vc_row tdc_css="eyJwaG9uZSI6eyJkaXNwbGF5Ijoibm9uZSJ9LCJwaG9uZV9tYXhfd2lkdGgiOjc2NywiYWxsIjp7ImRpc3BsYXkiOiIifX0="][vc_column width="2/3"]

TERBARU

[/vc_column][vc_column width="1/3"][/vc_column][/vc_row]