close

Defisit Keuangan, Pemprov Riau Tiadakan APBD Perubahan 2018

PEKANBARU, SERUJI.CO.ID – Akibat adanya defisit keuangan sehingga tak bisa ada penambahan lagi, akhirnya Pemerintah Provinsi Riau meniadakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun 2018.

“Tak ada APBD Perubahan Riau, positif. Penyebabnya macam-macam, yang jelas tak bisa kita buat APBD-P,” kata Pelaksana Tugas Gubernur Riau, Wan Thamrin Hasyim di Pekanbaru, Selasa (2/10).

Menurutnya, karena dana tidak ada lagi dan waktu hanya tinggal tiga bulan tahun ini. Oleh karena itu ia meminta semua pihak menerima saja daripada nanti jika dibuat juga bisa jadi masalah.

“Dana yang diharapkan itu tidak ada, kalau tidak ada mau diapakan lagi. Sama seperti anak kita kalau minta uang, kalau tidak ada mau diapakan,” ucapnya.

APBD Riau tahun 2018 sendiri sebelumnya ditetapkan sebanyak Rp10 Triliun lebih. Namun dalam perjalanannya diungkapkan akan ada penundaan dana perimbangan dari pemerintah pusat karena Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2018 juga tidak ada.

Menanggapi hal ini, Anggota Badan Anggaran DPRD Riau Suhardiman Amby menilai Pemprov Riau telah menciderai kepentingan masyarakat. Pasalnya sangat banyak kegiatan yang bergantung ke dalam APBD Perubahan tersebut.

Ia menjabarkan beberapa item yang seharusnya masuk ke dalam APBD Perubahan. Diantaranya gaji pegawai, gaji guru honor kontrak daerah hingga Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).

“Belum lagi masalah rasionalisasi yang disebabkan defisit anggaran,” kata Politisi Hanura itu.

Jika hal itu tetap dilaksanakan Pemprov tanpa adanya perubahan, maka kegiatan itu dirasa Suhardiman telah melanggar aturan.

“Kebijakan dalam penggunaan anggaran harus berdasarkan ketuk palu sidang paripurna. Tapi ini tidak. Kalau mereka tetap laksanakan rasionalisasi misalnya, atau pembayaran TPP maka kegiatan itu adalah ilegal dan melanggar hukum,” jelasnya. (SR01)


KOLOM

Mengurai Sengkarut Pikir Negeri

Oleh: Prof. Daniel Mohammad Rosyid, Guru Besar ITS Surabaya SERUJI.CO.ID - Awalnya adalah reformasi yang dibayangi kekhawatiran 30 tahun kediktatoran Soeharto yang akan terulang, maka konstitusi...

Mengurai Sengkarut Pikir Negeri

Oleh: Prof. Daniel Mohammad Rosyid, Guru Besar ITS Surabaya SERUJI.CO.ID - Awalnya adalah reformasi yang dibayangi kekhawatiran 30 tahun kediktatoran Soeharto yang akan terulang, maka konstitusi...
Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

Meski Hujan Guyur Pekanbaru, Jamaah Subuh Padati Tabligh Akbar Ustadz Somad

Hujan deras yang mengguyur Kota Pekanbaru sejak dini hari, tidak menyurutkan semangat warga untuk hadir pada Sholat Subuh berjamaah dan Tabligh Akbar Ustadz Abdul Somad (UAS) di Masjid Paripurna Raudhatus Shalihin, Jalan Bukit Barisan, Tenaya Raya, Pekanbaru. Dalam Tabligh Akbar-nya kali ini, UAS mengangkat tema "Solusi Islam Dalam Menuntaskan Kemiskinan".

Akhirnya Rekapitulasi 34 Provinsi Selesai: Jokowi Menang 55,41 Persen, Inilah Rinciannya

Dengan selesainya rekapitulasi Provinsi Papua maka Jokowi-KH Ma’ruf berhasil meraih dukungan rakyat sebanyak 85.036.828 suara, atau 55,41 persen dari total suara sah yang berjumlah 153.479.321 suara. Sementara, Prabowo-Sandiaga meraih dukungan sebanyak 68.442.493 suara (44,59%).

Penumpang Pesawat di BIM Turun Hingga 3.000 Orang Per Hari

PADANG PARIAMAN, SERUJI.CO.ID - PT Angkasa Pura II menyatakan...

Hadapi Pemilu 2019, PKS Sumut Gelar Kemah Bakti Nusantara

MEDAN, SERUJI.CO.ID - Dewan Pimpinan Wilayah Partai Keadilan Sejahtera...

Yusril: Dukungan PBB Cenderung ke Jokowi-KH Ma’ruf

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai...

Nekat Jadi Kurir Sabu, Mahasiswa Ini Bersama Rekannya Diciduk Polisi

DUMAI, SERUJI.CO.ID - Seorang mahasiswa berinisial A (25) dan...

Bawaslu Tanjungpinang Gelar Lomba Menulis Pantun Bertema Pemilu 2019

TANJUNGPINANG, SERUJI.CO.ID - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Tanjungpinang,...

Akhirnya Rekapitulasi 34 Provinsi Selesai: Jokowi Menang 55,41 Persen, Inilah Rinciannya

Dengan selesainya rekapitulasi Provinsi Papua maka Jokowi-KH Ma’ruf berhasil meraih dukungan rakyat sebanyak 85.036.828 suara, atau 55,41 persen dari total suara sah yang berjumlah 153.479.321 suara. Sementara, Prabowo-Sandiaga meraih dukungan sebanyak 68.442.493 suara (44,59%).

TERPOPULER