Dinkes: Penderita HIV/AIDS di Pekanbaru 2.913 Orang

387
HIV
Hasil tes HIV (ilustrasi)

PEKANBARU, SERUJI.CO.ID – Penyakit HIV/AIDS mendapat perhatian khusus Dinas Kesehatan Provinsi Riau, mengingat jumlah penderita termasuk tinggi.

Pada tahun 2017 lalu, Riau masuk dalam daftar 12 besar jumlah penderita HIV/AIDS secara nasional.

Update data terkini, Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Provinsi Riau mencatat periode 2000-Juni 2018 sebanyak 2.913 penderita HIV dan AIDS.

Loading...

“Dari 2.913 penderita yang terjangkit virus yang menyerang kekebalan tubuh itu terdiri atas HIV 1.476 dan AIDS 1.437 orang,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P), Dinkes Provinsi Riau, Gusti Yanti di Pekanbaru, Selasa (9/10).

Berdasarkan data Dinkes Kota Pekanbaru, Gusti Yanti merincikan, dari 1.476 penderita HIV tercatat sebanyak 67 persen laki-laki dan 33 persen perempuan. Sedangkan usia penderita adalah dibawah empat tahun sebanyak 36 orang, diusia 5-14 tahun sebanyak 15 orang, 15-19 tahun sebanyak 39 orang, 20-24 sebanyak 263 orang, 25-49 sebanyak 1.041 orang, dan lebih dari 50 tahun tercatat 68 penderita.

Sementara, dari 1.437 penderita AIDS jenis kelamin laki-laki tercatat 76 persen, 24 persen perempuan, dengan usia dibawah 4 tahun sebanyak 21 orang, 5-14 tahun sebanyak 14 orang, 15-19 tahun sebanyak 16 orang, 20-24 sebanyak 142 orang, 25-49 tahun sebanyak 986 orang, dan lebih dari 50 tahun sebanyak 94 orang.

“Rentang usia penderita 25 sampai 50 merupakan usia dewasa yang sudah berumah tangga namun akibat suka berganti pasangan yang tidak sah atau di luar nikah, ini menjadi penyebab utama terjangkit virus HIV itu,” terangnya.

Ia mengatakan, virus HIV menular dengan cara hubungan seksual, transfusi darah, suntik narkoba, dan dari ibu hamil dan menyusui yang menderita HIV/AIDS kemudian menularkan kepada anaknya.

“Apabila seorang ibu yang positif HIV, maka anaknya rentan tertular virus tersebut. Untuk menekan bertambahnya korban, kami mengadakan Program Pencegahan Ibu ke Anak atau PPIA,” kata Yanti.

Selain program PPIA Dinkes Kota Pekanbaru juga melakukan kegiatan penyuluhan tentang bahaya HIV/AIDS. Kegiatan penyuluhan dilakukan di dalam ruang dan di luar ruangan serta pemeriksaan atau tes kepada masyarakat.

Apabila ditemukan kasus positif, kata Gusti, maka pasien akan diberikan penanganan, seperti layanan konseling, merubah pola hidup atau menjaga pola hidup bersih dan sehat, serta pemberian obat antiretroviral.

“Bagi penderita, obat itu harus diminum setiap hari, sedangkan pengambilan obat sekali sebulan di Puskesmas atau rumah sakit yang ditunjuk,” katanya.

Bersamaan dengan pemberian obat, katanya, pasien juga diberikan bimbingan konseling karena sampai sekarang penyakit ini belum dapat disembuhkan.

Yanti mengharapkan agar masyarakat Indonesia meningkatkan pengetahuan mereka tentang bahaya HIV/AIDS.

“Upaya agar tidak tertular penyakit yang mematikan itu adalah tidak melakukan seks diluar nikah, dan setia pada pasangan, serta jauhi narkoba,” pungkasnya.

Diketahui, HIV atau Human Immunodeficiency adalah virus yang menyerang sel darah putih di dalam tubuh yang mengakibatkan turunnya kekebalan tubuh manusia.

Orang yang dalam darahnya terdapat virus HIV dapat tampak sehat dan belum membutuhkan pengobatan.

Namun orang tersebut dapat menularkan virusnya kepada orang lain.

Sedangkan AIDS atau Acquired Immune Deficiency Syndrome adalah sekumpulan gejala penyakit yang timbul karena turunnya kekebalan tubuh. AIDS disebabkan oleh infeksi HIV.

Akibat menurunnya kekebalan tubuh pada seseorang maka orang tersebut sangat mudah terkena penyakit seperti TBC, kandidiasis (infeksi jamur), berbagai radang pada kulit, paru, saluran pencernaan, otak dan kanker. (SR01)

Langganan berita lewat Telegram
loading...
Loading...
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN
[vc_row tdc_css="eyJwaG9uZSI6eyJkaXNwbGF5Ijoibm9uZSJ9LCJwaG9uZV9tYXhfd2lkdGgiOjc2NywiYWxsIjp7ImRpc3BsYXkiOiIifX0="][vc_column width="2/3"]

TERBARU

[/vc_column][vc_column width="1/3"][/vc_column][/vc_row]