Polda Riau Antara Pilkada dan Kebakaran Hutan

129
Kapolda Riau Irjen Pol Drs Nandang MH. (foto:Istimewa)

PEKANBARU, SERUJI.CO.ID – Deru raungan dua helikopter Kamov memecah hening hamparan gambut di Kabupaten Rokan Hilir, medio Juni 2018.

Helikopter bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tersebut hilir mudik terbang rendah berjibaku menghadapi kebakaran lahan di wilayah pesisir Riau.

Dengan membawa ember “raksasa” yang mampu menampung enam ton air, helikopter yang dipiloti penerbang Rusia tersebut, dengan sabar memadamkan api yang melahap lahan kering gambut.

Loading...

Baca juga: Tiga Helikopter Berjibaku Padamkan Kebakaran Hutan di Riau

Dalam beberapa pekan terakhir, titik-titik api memang mulai bermunculan dengan jumlah yang fluktuatif di Riau.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, keberadaan titik-titik api yang mengindikasikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) itu, tak hanya menyebar di wilayah pesisir Riau, namun juga ke wilayah daratan.

Kampar dan Pelalawan tercatat sebagai penyumbang titik api baru pada awal Juni, selain wilayah pesisir, seperti Meranti, Bengkalis, Rokan Hilir, dan Dumai.

Baca juga: BMKG Deteksi 78 Titik Panas di Sumatera

Kondisi tersebut merupakan tantangan yang terus dihadapi oleh jajaran Polda Riau yang menjadi bagian dari perangkat Satgas Siaga Darurat Karhulta, saban tahun.

Namun, pada 2018, Inspektur Jenderal Polisi Nandang, pria berusia 59 tahun yang menjabat sebagai Kapolda Riau itu, harus cermat dan cerdas memutar strategi dan personel.

Selain karhutla, dalam waktu dekat Nandang juga harus siap menjamin keamanan pesta rakyat, pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Riau, serta Bupati dan Wakil Bupati Indragiri Hilir.

Sebanyak dua agenda tersebut sama-sama penting. Tentang karhutla, Presiden Jokowi jauh pada awal tahun ini menyampaikan, agar jangan sampai terjadi kabut asap. Dampaknya jelas, Asian Games dan pertaruhan nama baik bangsa jika Asian Games sampai dikotori udara tidak sehat.

Bahkan, Presiden kembali menekankan, jika sampai gagal maka sistem “punishment” dan “rewards”, seperti tahun-tahun sebelumnya masih berlaku tahun ini.

Sementara itu, penyelenggaraan pilkada juga menjadi taruhan Polda Riau, terutama dalam pengamanan, antisipasi praktik politik uang, memantau media sosial dari ujaran kebencian dan tentu saja, soal netralitas.

Polda Riau harus dapat menjamin pengamanan pesta rakyat, dan tidak boleh lengah sedikitpun. Terlebih lagi, dalam beberapa waktu terakhir beberapa kali sel-sel terorisme berusaha muncul ke permukaan. Meski pada akhirnya dengan tangkas digagalkan polisi dan diungkap jaringannya.

“Kalau di (wilayah, red.) Melayu tidak ada yang rawan, karena (masyarakat Riau, red.) selalu berpantun,” kata Kapolda Nandang saat apel gelar pasukan pengamanan pilkada bersama TNI dan Polri, beberapa waktu lalu.

Meski sempat terjadi lika-liku menjelang pilkada dan harus menangani karhutla, Nandang optimistis bahwa pesta demokrasi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Riau 2018 berjalan dengan baik.

Langganan berita lewat Telegram
loading...
1
2
3
Loading...
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN
[vc_row tdc_css="eyJwaG9uZSI6eyJkaXNwbGF5Ijoibm9uZSJ9LCJwaG9uZV9tYXhfd2lkdGgiOjc2NywiYWxsIjp7ImRpc3BsYXkiOiIifX0="][vc_column width="2/3"]

TERBARU

[/vc_column][vc_column width="1/3"][/vc_column][/vc_row]