Pesta rakyat pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Riau diikuti empat pasang kontestan. Gaung pesta demokrasi terus bergema dalam beberapa waktu terakhir. Setiap pasangan calon saling lempar program kerja, namun tetap harmonis. Selain pemilihan gubernur serta wakil gubernur, pesta rakyat juga berlangsung di Kabupaten Indragiri Hilir, Riau.
Sunarto menegaskan sinergi merupakan kunci utama dalam menyukseskan pilkada dan menghadapi karhutla.
Khusus untuk karhutla, Sunarto menuturkan bahwa Polda Riau yang memiliki ribuan bhabinkamtibmas yang tersebar di setiap pelosok desa terus melakukan sosialisasi.
Setiap polsek juga diminta terus menggandakan kewaspadaan dan kesiapan, terutama saat pemilihan tiba. Mengaca pada belasan tahun karhutla di Riau, 99 persen akibat ulah manusia dan dilakukan pada saat petugas dalam keadaan lengah.
Untuk itu, dia mengatakan instruksi khusus diberikan kepada jajaran polsek yang berada di wilayah rawan karhutla, seperti Meranti, Bengkalis, Rokan Hilir, Siak, Dumai, dan Pelalawan.
“Kemudian, kita juga menekankan kepada setiap personel untuk langsung melakukan penanggulangan secara dini apabila terjadi kebakaran dan jangan menunggu menjadi besar,” ujarnya.
Disamping itu, Polda Riau sebagai bagian dari satgas bersama TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintah, dan masyarakat terus melakukan penegakan hukum bagi pelaku pembakaran.
Sunarto optimistis jika Polda Riau dapat menjawab dua tantangan berat tersebut, jika bekerja secara profesional, proporsional sesuai program Promoter Kapolri serta meningkatkan sinergi bersama seluruh pihak. (Ant/SR01)

