Ratusan Warga Pekanbaru Terjangkit Demam Berdarah

91
Ilustrasi fogging.

PEKANBARU, SERUJI.CO.ID –¬†Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru, Riau, menyatakan sejak Januari hingga awal Desember 2018 ini mencatat 341 warga di wilayah setempat terjangkit penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

“Sejauh ini anak-anak masih menjadi penyumbang kasus tertinggi DBD,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Diskes Kota Pekanbaru, Gustiyanti di Pekanbaru, Senin (17/12).

Gustiyanti menerangkan, dari data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru hingga minggu ke-49,  ada 77 kasus yang menyerang anak-anak usia 5-9 tahun, disusul 70 kasus usia 10-14 tahun.

Loading...

Sedangkan jika dilihat berdasarkan jenis kelamin, laki-laki lebih rentan terserang dengan persentase 54 persen atau 185 kasus, dan perempuan dengan 156 kasus.

Adapun jumlah kasus DBD di masing -masing kecamatan di Pekanbaru sebagai berikut Sukajadi 23 kasus, Senapelan 22, Pekanbaru Kota 11, dan Rumbai Pesisir 19 kasus.

Kemudian Rumbai 18 kasus, Limapuluh 19, Sail 3, Bukit Raya 24, Marpoyan, Damai 44, Tenayan Raya 56, Tampan 50, dan Payung Sekaki 52 kasus.

Penurunan kasus DBD setempat pada semester pertama tahun 2018 mencapai 50 persen dibandingkan waktu yang sama tahun 2017.

Tercatat hanya 151 kasus DBD, dengan 2 orang meninggal dunia pada semester pertama tahun 2018. Sedangkan sementer pertama tahun 2017 kasus DBD di Kota Pekanbaru sebanyak 370.

Gustiyanti menyatakan penurunan ini disebabkan beberapa faktor terutama mulai masifnya penanganan pencegahan penyebaran jentik nyamuk di masyarakat.

“Selain itu juga upaya yang dilakukan semua pihak baik pribadi, lingkungan maupun petugas jentik dan kesehatan selama ini,” terangnya.

Namun demikian, masyarakat tetap harus waspada memasuki musim penghujan di akhir tahun bisa memicu perkembangbiakan jentik menjadi nyamuk, jika lalai menjaga kebersihan lingkungan.

“Kasus DBD akan tetap terjadi selama masyarakat tidak menjaga lingkungannya. Maka dari itu, diharapkan masyarakat aktif membersihkan dan menggunakan obat-obatan anti nyamuk seperti Abate yang selalu tersedia gratis di Puskesmas,” pungkasnya. (Ant/SR01)

Langganan berita lewat Telegram
loading...
Loading...
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN
[vc_row tdc_css="eyJwaG9uZSI6eyJkaXNwbGF5Ijoibm9uZSJ9LCJwaG9uZV9tYXhfd2lkdGgiOjc2NywiYWxsIjp7ImRpc3BsYXkiOiIifX0="][vc_column width="2/3"]

TERBARU

[/vc_column][vc_column width="1/3"][/vc_column][/vc_row]