Di Perbatasan Papua, GP Ansor Bentangkan Bendera Merah Putih Raih Rekor MURI

509
Kirab Satu Negeri
Sekitar seribuan pelajar, ormas, dan warga serta TNI/POLRI membentangkan kain Merah Putih di perbatasan RI-Papua Nugini, Senin (17/9/2018). (foto: Twitter @Official_Ansor)

JAYAPURA, SERUJI.CO.ID – Tim Kirab Satu Negeri Gerakan Pemuda Ansor berhasil membuat catatan sejarah. Di Papua, tepatnya di perbatasan RI-Papua Nugini (PNG), Skouw-Wutung, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, tim kirab bersama masyarakat setempat, Senin (17/9) sore, membentangkan bendera Merah Putih sepanjang 1.500 meter.

Keberhasilan tim membentangkan Merah Putih di area perbatasan ini adalah yang pertama kali di Indonesia sehingga berhasil mencatatkan rekor dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Pembentangan bendera Merah Putih itu dimulai dari pukul 16.30 WIT hingga pukul 18.00 WIT, dengan cara bendera Merah Putih dibentangkan dari titik nol tapal batas kemudian diangkat di atas kepala oleh 1.000-an pelajar, ormas, dan warga serta TNI/POLRI.

Loading...

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, dengan kegiatan ini pihaknya ingin menunjukkan bahwa persatuan di Papua masih kokoh. Dia semakin yakin bahwa rakyat Papua sangat mencintai Indonesia setelah melihat langsung perjalanan kirab yang dimulai dari Merauke, Ahad (16/9).

“Saya meyakini semangat nasionalisme dan kebangsaan warga Papua tidak pernah pupus,” ujar Yaqut, Senin (17/9).

Dia menegaskan bahwa Kirab Satu Negeri digelar sebagai ikhtiar GP Ansor untuk bersama-sama masyarakat membangkitkan rasa kecintaan Tanah Air. Hal ini penting karena akhir-akhir ini mulai muncul kelompok atau orang yang ingin mengubah konsesus kebangsaan. Tak hanya itu, Yaqut juga menilai, ada sekelompok pihak yang menggunakan isu agama untuk kepentingan politiknya.

“Hal ini sangat membahayakan keutuhan bangsa yang berdiri di atas kemajemukan,” ujar pria yang akrab disapa Gus Yaqut.

Sementara itu, Senior Manager MURI Yusuf Ngadri mengatakan, pembentangan bendera Merah Putih di tapal batas oleh Ansor ini adalah yang pertama kali di Indonesia.

“Ini adalah catatan pertama pembentangan bendera di tapal batas RI-PNG, ini merupakan bagian dari Kirab Satu Negeri Ansor dan Banser, karena kita bertanah air satu, kita meminum di air yang sama, berpijak di tanah yang sama, tanah air dan udara Indonesia,” kata Yusuf Ngadri, didampingi Ketua GP Ansor Wilayah Papua, Amir M Madubun.

Menurutnya, dalam pencatatan MURI ada kategori superlatif, unik, dan langka. Adapun pembentangan Merah Putih oleh Ansor termasuk kategori superlatif.

“Kali ini MURI memberikan pada katergori superlatif atau ter… kain Merah Putih terpanjang yang dilakukan di tapal batas RI-PNG, sepanjang 1.500 meter,” kata Yusuf.

Langganan berita lewat Telegram
loading...
1
2
Loading...
loading...

4 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN
[vc_row tdc_css="eyJwaG9uZSI6eyJkaXNwbGF5Ijoibm9uZSJ9LCJwaG9uZV9tYXhfd2lkdGgiOjc2NywiYWxsIjp7ImRpc3BsYXkiOiIifX0="][vc_column width="2/3"]

TERBARU

[/vc_column][vc_column width="1/3"][/vc_column][/vc_row]