Investigasi ke Hong Kong, Demokrat Sebut Asia Sentinel Media Abal-abal

286
Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan dalam sebuah video bersama tim investigator menyelidiki Asia Sentinel di Hong Kong.

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan memimpin investigasi terkait pemberitaan Asia Sentinel, media yang disebut berada di Hong Kong. Dari Hong Kong, Hinca memastikan Asia Sentinel media yang tidak kredibel.

Hal itu disampaikan Hinca usai melakukan investigasi di Hong Kong selama dua hari sejak Rabu (19/9). Ia merekam pernyataannya dalam sebuah video berdurasi 3 menit 9 detik di Victoria Park, Hong Kong.

Hinca menyebut tim Demokrat menelusuri alamat yang disebut sebagai kantor Asia Sentinel yang ditulis dalam dokumen terletak di Kennedy Road 39, lantai 1A. Hinca juga mengecek keberadaan penulis berita, yaitu John Berthelsen, yang isinya enyudutkan pemerintah Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono lewat isu skandal Bank Century.

Loading...

“Kami pastikan tidak ditemukan kantor itu. Kami pastikan tidak ada Saudara John di situ lagi, jejaknya pun tak ditemukan lagi. Karena itu syarat menjadi sebuah perusahaan pers tidak dipenuhi, kami menyebutnya tidak kredibel,” ucap Hinca.

Dari alamat tersebut, tim PD bergerak ke Dewan Pers Hong Kong. Mereka menemui sekretaris dan telah berkomunikasi dengan salah satu komisioner Dewan Pers Hong Kong. Demokrat menanyakan soal status Asia Sentinel di Dewan Pers Hong Kong serta soal sosok John Berthelsen.

Setelah itu, Hinca dan timnya berkunjung ke Dewan Pers Hong Kong dan menemui salah satu komisionernya, Chris Yeong. Menurut Hinca, Dewan Pers setempat menyatakan Asia Sentinel tidak teregistrasi sebagai perusahaan pers dan tak mengenal media tersebut.

Lebih jauh, mereka juga menanyakan hal serupa ke jurnalis di Hong Kong dan masyarakat setempat. Pertanyaan serupa: apakah tahu Asia Sentinel dan mengenal John Berthelsen.

“Jawabnya ‘tidak mengenal Asia Sentinel’,” sebut Hinca.

Temuannya di Hong Kong itu, kata Hinca, memperkuat pernyataan Partai Demokrat dan SBY sebelumnya yang menyebut Asia Sentinel sama sekali tidak kredibel dan opini yang diterbitkan berupa fitnah serta tak berdasar.

Hinca dan timnya akan kembali ke Indonesia pada Jumat (21/9). Mereka akan menyampaikan hasil investigasinya kepada Dewan Pers di Jakarta.

“Kesimpulan kami, apa yang disampaikan Metro TV, bahwa Asia Sentinel adalah pers yang kredibel, kami pastikan hasil investigasi kami membuktikan, tidak,” kata Hinca.

Sebelumnya, Asia Sentinel memuat tulisan berjudul Indonesia’s SBY Government: ‘Vast Criminal Conspiracy’ yang ditulis langsung oleh Pemimpin Redaksi Asia Sentinel, John Berthelsen, pada Selasa (11/9)

Baca juga: Sebut SBY Terlibat Pencucian Uang, Demokrat Akan Gugat Asia Sentinel

Artikel tersebut dinilai memojokan Presiden ke-6 Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan tuduhan terlibat kasus Bank Century.

Berthelsen menulis adanya konspirasi pencurian uang negara Indonesia hingga 12 miliar dolar AS dan tindakan pencucian uang yang dilakukan melalui perbankan internasional.

Atas artikel yang dinilai berisi fitnah dan kebohongan tersebut, Partai Demokrat mempertimbangkan untuk melakukan tindakan hukum. Saat ini media yang didirikan John Berthelsen tersebut telah resmi dilaporkan Demokrat ke Dewan Pers Indonesia.

Akhirnya, Asia Sentinel mengakui kesalahan dan meminta maaf, yang diikuti dengan menarik artikelnya dari laman situsnya, pada Rabu (19/9). (SR01)

Langganan berita lewat Telegram
loading...
Loading...
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN
[vc_row tdc_css="eyJwaG9uZSI6eyJkaXNwbGF5Ijoibm9uZSJ9LCJwaG9uZV9tYXhfd2lkdGgiOjc2NywiYWxsIjp7ImRpc3BsYXkiOiIifX0="][vc_column width="2/3"]

TERBARU

[/vc_column][vc_column width="1/3"][/vc_column][/vc_row]