close

KRI Usman Harun Tangkap Kapal Asing Vietnam di Laut Natuna

NATUNA, SERUJI.CO.ID – KRI Usman Harun-359 menangkap Kapal Ikan Asing (KIA) Vietnam yang diduga melakukan illegal fishing di Landas Kontinen Indonesia. Pengejaran dilakukan oleh tim dari TNI AL.

“Penangkapan berawal saat KRI Usman Harun-359 melaksanakan patroli sektor di Wilayah Perairan Indonesia mendapatkan kontak kapal pada posisi 05 57,3 U – 106 45,3 T, tepatnya di Landas Kontinen Indonesia pada Rabu (16/1). Menindaklanjuti hal tersebut, KRI Usman Harun-359 melaksanakan pengejaran, penangkapan, dan penyelidikan (Jarkaplid),” kata Kadispen Koarmada I Letkol Agung Nugroho dalam siaran pers, Jumat (18/1).

“Dilanjutkan dengan peran pemeriksaan dan pnggeledahan terhadap muatan, personel dan dokumen kapal tersebut,” ujar Kadispen Koarmada I Letkol Agung Nugroho.

Dari hasil pemeriksaan diketahui nama Kapal KIA Fau Cau Tom (BL 93908 TS), Kebangsaan Vietnam, Jenis KIA, Jumlah ABK 8 orang (WN Vietnam).

Berdasarkan hasil pemeriksaan, Kapal KIA Fau Cau Tom (BL 93908 TS) diduga melakukan pelanggaran karena melaksanakan aktivitas perikanan di Landas Kontinen Indonesia.

“Atas dasar dugaan pelanggaran tersebut, maka Komandan KRI Usman Harun-359 Kolonel Laut (P) Alan Dahlan memerintahkan agar KIA Vietnam tersebut di adhoc ke Pangkalan terdekat dalam hal ini Lanal Ranai untuk proses pemeriksaan dan penyidikan lebih lanjut,” katanya. (SR01)


  • 4
    Shares

KOLOM

Mengurai Sengkarut Pikir Negeri

Oleh: Prof. Daniel Mohammad Rosyid, Guru Besar ITS Surabaya SERUJI.CO.ID - Awalnya adalah reformasi yang dibayangi kekhawatiran 30 tahun kediktatoran Soeharto yang akan terulang, maka konstitusi...

Mengurai Sengkarut Pikir Negeri

Oleh: Prof. Daniel Mohammad Rosyid, Guru Besar ITS Surabaya SERUJI.CO.ID - Awalnya adalah reformasi yang dibayangi kekhawatiran 30 tahun kediktatoran Soeharto yang akan terulang, maka konstitusi...
Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

Meski Hujan Guyur Pekanbaru, Jamaah Subuh Padati Tabligh Akbar Ustadz Somad

Hujan deras yang mengguyur Kota Pekanbaru sejak dini hari, tidak menyurutkan semangat warga untuk hadir pada Sholat Subuh berjamaah dan Tabligh Akbar Ustadz Abdul Somad (UAS) di Masjid Paripurna Raudhatus Shalihin, Jalan Bukit Barisan, Tenaya Raya, Pekanbaru. Dalam Tabligh Akbar-nya kali ini, UAS mengangkat tema "Solusi Islam Dalam Menuntaskan Kemiskinan".

Akhirnya Rekapitulasi 34 Provinsi Selesai: Jokowi Menang 55,41 Persen, Inilah Rinciannya

Dengan selesainya rekapitulasi Provinsi Papua maka Jokowi-KH Ma’ruf berhasil meraih dukungan rakyat sebanyak 85.036.828 suara, atau 55,41 persen dari total suara sah yang berjumlah 153.479.321 suara. Sementara, Prabowo-Sandiaga meraih dukungan sebanyak 68.442.493 suara (44,59%).

Penumpang Pesawat di BIM Turun Hingga 3.000 Orang Per Hari

PADANG PARIAMAN, SERUJI.CO.ID - PT Angkasa Pura II menyatakan...

Hadapi Pemilu 2019, PKS Sumut Gelar Kemah Bakti Nusantara

MEDAN, SERUJI.CO.ID - Dewan Pimpinan Wilayah Partai Keadilan Sejahtera...

Yusril: Dukungan PBB Cenderung ke Jokowi-KH Ma’ruf

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai...

Nekat Jadi Kurir Sabu, Mahasiswa Ini Bersama Rekannya Diciduk Polisi

DUMAI, SERUJI.CO.ID - Seorang mahasiswa berinisial A (25) dan...

Bawaslu Tanjungpinang Gelar Lomba Menulis Pantun Bertema Pemilu 2019

TANJUNGPINANG, SERUJI.CO.ID - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Tanjungpinang,...

Akhirnya Rekapitulasi 34 Provinsi Selesai: Jokowi Menang 55,41 Persen, Inilah Rinciannya

Dengan selesainya rekapitulasi Provinsi Papua maka Jokowi-KH Ma’ruf berhasil meraih dukungan rakyat sebanyak 85.036.828 suara, atau 55,41 persen dari total suara sah yang berjumlah 153.479.321 suara. Sementara, Prabowo-Sandiaga meraih dukungan sebanyak 68.442.493 suara (44,59%).

TERPOPULER

Lakukan Pencucian Uang dan Penyelundupan Satwa, Oknum Polisi Riau Dituntut Tiga Tahun Penjara

Oknum polisi yang menjadi terdakwa perkara tindak pidana pencucian uang dan penyelundupan satwa langka, M. Ali Honopiah, dituntut hukuman tiga tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Pekanbaru, Provinsi Riau.