Polda Kepri Ungkap Tindak Pidana Pengecer BBM Premium

299
Polda Kepri
Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Drs S. Erlangga dan Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kepri Kombes Pol Rustam Mansur SIK. (foto:Dok. Humas Polda Kepri)

BATAM, SERUJI.CO.ID – Polda Provinsi Kepulauan Riau mengungkap kasus tindak pidana minyak dan gas (migas) dengan modus mengecer kembali BBM premium dari SPBU.

Direktur Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Kepri, Kombes Rustam Mansur, di Batam, Senin (24/9), mengatakan tersangka PG sudah ditangkap di kediamannya di Sagulung, Kota Batam.

Rustam mengatakan, penangkapan pelaku berdasarkan laporan informasi yang masuk ke Polda Kepri pada Jumat (21/9), yang awalnya berupa berita viral dari pemilik akun Facebook Willhard Simorangkir mengenai dugaan penyelundupan BBM jenis premium.

Loading...

“Modus operandinya pelaku membeli BBM jenis premium dari SPBU dan kemudian menjualnya kembali ke masyarakat untuk memperoleh keuntungan,” kata Rustam.

Ia menambahkan, saat melakukan aksinya, tersangka PG menggunakan kendaraan roda empat miliknya BP 1030 JR yang memiliki kapasitas tangki minyak sebanyak 35,6 liter.

PG, lanjut Dirkrimsus, mengisi BBM jenis premium di SPBU 14.294.741, milik PT. Norista Laksana Semesta di Sagulung Kota Batam.

“Pelaku selalu membeli sebanyak 35,6 liter dengan harga Rp230 ribu, kemudian dipindahkan ke dalam jerigen berukuran 35 liter dengan menggunakan selang,” katanya.

BBM jenis premium yang sudah dipindahkan, kata Rustam, kemudian dijual kembali kepada konsumen dengan harga Rp8 ribu per liter.

“Sarana yang digunakan pelaku untuk menjual premium tersebut adalah dengan cara eceran atau botolan dan juga melalui pertamini miliknya,” katanya.

Motif pelaku, lanjut Dirkrimsus, yaitu untuk mendapatkan keuntungan dari selisih harga yang dibelinya dari SPBU.

“Pelaku melanggar pasal 53 huruf d Undang-Undang RI Nomor 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi,” katanya.

Dalam pasal tersebut kata Dirkrimsus, setiap orang yang melakukan niaga tanpa izin usaha niaga, dipidana dengan pidana penjara paling lama tiga tahun dan denda paling tinggi Rp30 miliar. (SR01)

Langganan berita lewat Telegram
loading...
Loading...
loading...

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN
[vc_row tdc_css="eyJwaG9uZSI6eyJkaXNwbGF5Ijoibm9uZSJ9LCJwaG9uZV9tYXhfd2lkdGgiOjc2NywiYWxsIjp7ImRpc3BsYXkiOiIifX0="][vc_column width="2/3"]

TERBARU

[/vc_column][vc_column width="1/3"][/vc_column][/vc_row]