close

Inhil dan Pekanbaru Tertinggi Rawan Politik Uang

PEKANBARU, SERUJI.CO.ID – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Riau merilis hasil pemetaan Tempat Pemungutan Suara yang hasilnya Kabupaten Indragiri Hilir dan Kota Pekanbaru tertinggi kerawanannya dalam hal politik uang pada pemilihan gubernur dan wakil gubernur, Rabu (27/6).

“Berkaitan dengan politik uang, TPS kabupaten/kota yang terindikasi tertinggi ada di Kabupaten Inhil sebanyak 108 TPS bersumber dari sumbangan cukong. Sedangkan pemberian uang atau barang tertinggi di Kota Pekanbaru sebanyak 93 TPS,” kata Ketua Bawaslu Riau Rusidi Rusdan di Pekanbaru, Senin (25/6).

Dia mengatakan hal tersebut berdasarkan hasil pemetaan TPS-TPS rawan yang dilakukan pada 10-21 Juni 2018 lalu oleh Bawaslu Riau dan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) kabupaten/kota beserta jajarannya.

Dalam pengumpulan data tersebut pengawas melakukan pemetaan TPS rawan ini dengan enam indikator dan 15 variabel.

Enam indikator yakni akurasi daftar pemilih, penggunaan hak pilih, politik uang, netralitas Kelompok Panitia Pemungutan Suara, pemungutan suara dan kampanye.

Sedangkan untuk 15 variabelnya meliputi pemilih memenuhi syarat yang tidak masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT), pemilih tidak memenuhi syarat masuk DPT, pemilih disabilitas serta Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) lebih dari 20 per TPS.

TPS wilayah khusus, terdapat aktor cukong atau broker, praktik pemberian uang atau materi lainnya dan relawan bayaran.

Lalu KPPS mendukung pasangan calon tertentu, formulir C6 tidak didistribusikan kepada pemilih, TPS di dekat posko pasangan calon, KPPS tidak mengikuti bimbingan teknis, ketersediaan logistik, praktik mempengaruhi pemilih dan menghasut dengan isu Suku Agama dan Ras (SARA).

Untuk memetakan kerawanan pada indikator politik uang, maka variabel yang dipakai adalah aktor cukong, pemberian uang atau materi lainnya serta relawan bayaran.

Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan antar Lembaga, Neil Antariksa menjelaskan bahwa pihaknya menyusun instrumen tersebut sebagai standar dalam menyusun peta TPS rawan.

“Instrumen penyusunan peta TPS rawan ini akan dijadikan sebagai pedoman bagi jajaran pengawas pemilu dalam menentukan identifikasi TPS rawan pada Pilkada Riau 2018 ini,” ujarnya.

Dalam pengawasan tahapan pemungutan suara dan penghitungan suara, pemetaan TPS rawan ini menjadi cara bagi pengawas pemilu untuk mencegah terjadinya pelanggaran dan kecurangan di TPS.

Berangkat dari pemetaan TPS rawan ini, pengawas pemilu dapat menyusun atau menyiapkan rencana dan langkah langkah taktis serta strategis dalam upaya pencegahan terjadinya pelanggaran di TPS yang telah diidentifikasi sejak awal.

“Meski semua TPS memiliki potensi kerawanan masing-masing namun penting untuk mendapatkan pemetaan TPS dengan kerawanan tinggi untuk menentukan fokus dan strategi pencegahan yang lebih kuat,” ujarnya. (Ant/SR01)


KOLOM

Mengurai Sengkarut Pikir Negeri

Oleh: Prof. Daniel Mohammad Rosyid, Guru Besar ITS Surabaya SERUJI.CO.ID - Awalnya adalah reformasi yang dibayangi kekhawatiran 30 tahun kediktatoran Soeharto yang akan terulang, maka konstitusi...

Mengurai Sengkarut Pikir Negeri

Oleh: Prof. Daniel Mohammad Rosyid, Guru Besar ITS Surabaya SERUJI.CO.ID - Awalnya adalah reformasi yang dibayangi kekhawatiran 30 tahun kediktatoran Soeharto yang akan terulang, maka konstitusi...
Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

Meski Hujan Guyur Pekanbaru, Jamaah Subuh Padati Tabligh Akbar Ustadz Somad

Hujan deras yang mengguyur Kota Pekanbaru sejak dini hari, tidak menyurutkan semangat warga untuk hadir pada Sholat Subuh berjamaah dan Tabligh Akbar Ustadz Abdul Somad (UAS) di Masjid Paripurna Raudhatus Shalihin, Jalan Bukit Barisan, Tenaya Raya, Pekanbaru. Dalam Tabligh Akbar-nya kali ini, UAS mengangkat tema "Solusi Islam Dalam Menuntaskan Kemiskinan".

Akhirnya Rekapitulasi 34 Provinsi Selesai: Jokowi Menang 55,41 Persen, Inilah Rinciannya

Dengan selesainya rekapitulasi Provinsi Papua maka Jokowi-KH Ma’ruf berhasil meraih dukungan rakyat sebanyak 85.036.828 suara, atau 55,41 persen dari total suara sah yang berjumlah 153.479.321 suara. Sementara, Prabowo-Sandiaga meraih dukungan sebanyak 68.442.493 suara (44,59%).

Penumpang Pesawat di BIM Turun Hingga 3.000 Orang Per Hari

PADANG PARIAMAN, SERUJI.CO.ID - PT Angkasa Pura II menyatakan...

Hadapi Pemilu 2019, PKS Sumut Gelar Kemah Bakti Nusantara

MEDAN, SERUJI.CO.ID - Dewan Pimpinan Wilayah Partai Keadilan Sejahtera...

Yusril: Dukungan PBB Cenderung ke Jokowi-KH Ma’ruf

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai...

Nekat Jadi Kurir Sabu, Mahasiswa Ini Bersama Rekannya Diciduk Polisi

DUMAI, SERUJI.CO.ID - Seorang mahasiswa berinisial A (25) dan...

Bawaslu Tanjungpinang Gelar Lomba Menulis Pantun Bertema Pemilu 2019

TANJUNGPINANG, SERUJI.CO.ID - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Tanjungpinang,...

Akhirnya Rekapitulasi 34 Provinsi Selesai: Jokowi Menang 55,41 Persen, Inilah Rinciannya

Dengan selesainya rekapitulasi Provinsi Papua maka Jokowi-KH Ma’ruf berhasil meraih dukungan rakyat sebanyak 85.036.828 suara, atau 55,41 persen dari total suara sah yang berjumlah 153.479.321 suara. Sementara, Prabowo-Sandiaga meraih dukungan sebanyak 68.442.493 suara (44,59%).

TERPOPULER