Heboh Lubang Misterius di Areal Sawah Sukabumi

186
Lubang misterius Sukabumi
Lubang misterius berdiameter sekitar enam meter muncul di area pesawahan milik warga di Kampung Legoknyenang, Kabupaten Sukabumi. (foto:Istimewa)

SUKABUMI, SERUJI.CO.ID – Warga Kampung Legoknyanang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat dihebohkan dengan munculnya lubang misterius di areal persawahan.

Seorang petani yang menemukan lubang misterius di lahannya, Cece mengatakan, lubang tersebut muncul pada Kamis (6/9). Awalnya lubang itu berdiameter hanya empat meter tetapi pada Jumat (7/9) menjadi enam meter.

“Sebelum terbentuknya lubang tersebut sempat terdengar suara gemuruh dan getaran, ternyata setelah diperiksa ke sawah sudah ada lubang dan sekarang pun jika mendekat ke lubang masih ada getaran,” ungkapnya, Sabtu (8/9).

Loading...

Aparat keamanan bergerak cepat mengamankan lokasi itu untuk mengantisipasi kemungkinan adanya bahaya.

Polres Sukabumi Kota memasang garis polisi di lubang misterius berdiameter enam meter dengan kedalaman enam meter itu.

“Pemasangan garis polisi dan `banner` imbauan agar warga tidak mendekat ke lokasi untuk antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan seperti terjatuh ke dalam lubang itu,” kata Kapolres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo Condro.

Menurut dia, lubang yang ada di Desa Sukamaju, Kecamatan Kadudampit ini merupakan terowongan saluran air yang dibuat warga dengan panjang 100 meter yang kini tinggal 50 meter.

Lubang ini sudah lama tidak digunakan. Usianya pun sudah cukup tua dan akhirnya amblas.

Karena terowongan air ini usianya mungkin puluhan tahun sehingga warga tidak tahu di bawah areal pesawahan tersebut ada saluran air yang baru terungkap setelah amblas dan membentuk lubang besar berdiamert enam meter.

Untuk sementara warga diimbau tidak mendekat ke lokasi lubang misterius tersebut karena tanahnya masih labil dan tidak menutup kemungkinan akan bertambah luas diameternya.

“Lubang ini tidak ada sangkut-pautnya dengan mistis. Ini terjadi karena fenomena alam apalagi tanah yang berada di lokasi gembur karena rawan amblas atau longsor,” kata Susatyo. (Ant/SR01)

Langganan berita lewat Telegram
loading...
Loading...
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN
[vc_row tdc_css="eyJwaG9uZSI6eyJkaXNwbGF5Ijoibm9uZSJ9LCJwaG9uZV9tYXhfd2lkdGgiOjc2NywiYWxsIjp7ImRpc3BsYXkiOiIifX0="][vc_column width="2/3"]

TERBARU

[/vc_column][vc_column width="1/3"][/vc_column][/vc_row]