Menyambut Gubernur Baru di Bumi Lancang Kuning

0
54
syamsuar-edy
Pasangan calon Pilgub Riau, Syamsuar-Edy Nasution.
loading...

PEKANBARU, SERUJI.CO.ID –¬†Provinsi Riau bisa dipastikan akan memiliki Gubernur dan Wakil Gubernur baru sebagai pemimpin di daerah berjuluk “Bumi Lancang Kuning” itu.

Dalam penghitungan Komisi Pemilihan Umum hingga Jumat (29/6) siang, pasangan calon Syamsuar-Edy Nasution untuk sementara unggul dengan perolehan suara 39,35 persen.

Dengan hasil penghitungan suara yang sudah lebih dari 90 persen, pasangan nomor urut 1 itu sudah jauh meninggalkan tiga pesaing lainnya. Syamsuar-Edy unggul dalam perolehan suara di sembilan dari 12 kabupaten/kota di Riau. Peringkat kedua adalah petahana Arsyadjuliandi Rachman dan Suyatno, yang meraih suara 24,83 persen. Perolehan suara keduanya terpaut jauh sekitar 15 persen, sehingga Syamsuar-Edy Nasution akan sulit tergeser dari posisi teratas.

Syamsuar lahir di Jumrah, sebuah daerah kecil di Kabupaten Rokan Hilir, Riau, pada 1 Juni 1954. Ia adalah lulusan Akademi Pemerintahan Dalam Negeri, kini bernama IPDN, tahun 1988 sebelum akhirnya meraih gelar sarjana di FISIP Universitas Sumatera Utara pada 1990, dan Pascasarjana Universitas Riau pada 2005.

Ia menapaki karirnya sebagai birokrat. Syamsuar pernah menjabat sebagai camat, asisten I di Setdakab Siak, sebelum akhirnya menjadi Wakil Bupati Siak mendampingi Arwin AS pada 2001-2006. Kemudian ia juga pernah menjadi Penjabat Bupati Kepulauan Meranti pada 2009, dan menjadi Bupati Siak dua periode mulai 2011 hingga kini.

Syamsuar dikenal sebagai sosok bupati yang banyak inovasi dan sukses membangun Siak. Suami dari Misnarni ini memperhatikan pembangunan infrastruktur jalan di daerahnya, dan keberhasilannya makin dikenal karena sebagai pencetus “Tour De Siak”, sebuah lomba balap sepeda bertaraf internasional yang memadukan olahraga dengan pariwisata.

Karir politiknya juga cukup bagus sebagai kader Partai Golkar, dan terakhir menjabat Ketua DPD Golkar Siak. Ironisnya, ia kemudian diberhentikan dari partai berlambang beringin itu ketika memutuskan maju dalam Pilgub Riau 2018, karena Golkar mengusung petahana Arsyadjuliandi Rachman selaku Ketua DPD Golkar Riau.

Syamsuar kemudian menggandeng sosok dari militer, yakni Edy Natar Nasution sebagai Calon Wakil Gubernur. Edy adalah jenderal bintang satu, mantan Komandan Korem 031 Wirabima dan kebetulan putra daerah kelahiran Bengkalis, Riau. Mereka kemudian diusung oleh PAN, PKS, dan NasDem untuk berlaga di Pilgub Riau 2018. Dan keberhasilan mereka akan dicatat dalam sejarah tidak lama lagi.

“Ini bukan kemenangan Syamsuar, ini kemenangan rakyat Riau,” kata Syamsuar menanggapi keberhasilannya.

Baca juga: Syamsuar-Edy Berterima Kasih pada Masyarakat Riau

Ayah dari tiga anak ini mengatakan, keberhasilan Syamsuar-Edy tidak lepas dari berkah Allah SWT dan bantuan penuh dari tim pemenangan dan relawan. Ia bahkan mengungkapkan tidak punya modal besar untuk berlaga di Pilgub Riau, terutama untuk bersaing dengan petahana Arsyadjuliandi Rachman yang punya kemampuan finansial kuat dari bisnis minyak, dan juga untuk bersaing dengan calon lainnya, seperti Wali Kota Firdaus yang sangat berpengaruh di Pekanbaru dan Kampar.

Banyak relawan yang bergerak dengan dana pribadi, mulai dari kalangan pemuda, ustaz dan alim ulama. Bahkan banyak relawan yang tidak pernah bertatap muka langsung dengan Syamsuar, dan ia hanya mengetahui semuanya dari cerita kawan-kawan di tim pemenangan.

“Banyak relawan bantu tak mau disebut dan ditulis namanya. Ada ulama, ustaz dan anak-anak muda. Ini barangkali gerakan dari Allah SWT,” ujarnya.

Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

TERBARU