Menyambut Gubernur Baru di Bumi Lancang Kuning

275

Menghapus Ego

Syamsuar sepertinya tidak ingin terlalu lama terbuai dengan kemenangan. Meski belum dilantik sebagai Gubernur Riau defenitif, sudah banyak rencana di kepalanya yang ingin dituangkan untuk memajukan Riau. Karena itu, ia juga mengatakan mengajak semua pihak yang saling bersaing di Pilgub Riau untuk kembali bersatu membangun daerah itu.

“Mari bersatu padu agar Riau lebih baik. Ini sesuai dengan visi misi kami untuk membawa Riau menjadi berdaya saing, sejahtara, bermartabat dan unggul. Riau tak kalah dengan provinsi lain,” ujarnya.

Loading...

Ia sangat menyadari bahwa selama ini masyarakat dan juga pemimpin Riau sebelumnya sangat terbuai dengan egonya bahwa daerah itu kaya dengan slogan “Di atas minyak, di bawah minyak”. Padahal, pada kenyataannya, Riau kini dalam masa sulit karena sumber daya alam itu makin berkurang, dan berdampak pada keuangan daerah yang selama ini bergantung pada dana bagi hasil minyak.

“Kita tak bisa maju sendiri, sayang kita ini terlalu ego merasa minyak banyak,” ujarnya.

Syamsuar berpendapat, Riau harus merangkul lebih banyak orang luar untuk kemajuan bersama. Salah satunya adalah dengan menjalin hubungan lebih erat dengan pemimpin di Provinsi Kepulauan Riau dan DKI Jakarta.

Ia mengatakan, Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno menelepon dirinya untuk mengucapkan selamat dan keduanya berjanji untuk bekerja sama ke depannya.

“Sandiaga sudah ucapkan selamat ke saya. Kami akan kolaborasi ke depan karena dia kelahiran Rumbai (Pekanbaru) dan punya tanggung jawab ke Riau,” katanya.

Baca juga: Sandiaga Uno Ucapkan Selamat untuk Cagub Syamsuar

Ketika menjabat nanti, Syamsuar berencana untuk mendorong lebih banyak investasi masuk ke Riau. Daerah tersebut kini membutuhkan lebih banyak investasi untuk membuka lapangan pekerjaan dan mengurangi tingkat pengangguran.

“Lapangan kerja di industri hilir harus diperbanyak. Banyak calon investor untuk kawasan industri di Siak, akan masuk ke Riau ini,” katanya.

Selain itu, ia juga sadar bahwa pemerintah daerah tidak bisa lagi mengandalkan sektor minyak dan gas sebagai pemasukan utama. Karena itu, Syamsuar juga sudah punya strategi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak penghasilan.

Sasarannya adalah pekerja di perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi di Riau tapi pajak penghasilannya masuk ke Jakarta dan Sumatera Utara. “PAD bisa dinaikan dari pajak penghasilan yang banyak masuk ke Jakarta dan Medan dari pegawai perusahaan besar di Riau,” katanya.

Strategi lainnya adalah melakukan penertiban pada perusahaan-perusahaan kelapa sawit yang selama ini mengemplang pajak. “Ini bocoran ya, sebenarnya ini rahasia kami,” kata Syamsuar.

Langganan berita lewat Telegram
loading...
1
2
3
Loading...
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN
[vc_row tdc_css="eyJwaG9uZSI6eyJkaXNwbGF5Ijoibm9uZSJ9LCJwaG9uZV9tYXhfd2lkdGgiOjc2NywiYWxsIjp7ImRpc3BsYXkiOiIifX0="][vc_column width="2/3"]

TERBARU

[/vc_column][vc_column width="1/3"][/vc_column][/vc_row]